Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Reumatoid Arthritis

Satu lagi macam dari rematik yaitu Reumatoid Arthritis atau yang lebih dikenal dengan radang sendi reumatik yang disebabkan oleh faktor genetis. Penyakit yang dapat mennyerang semua orang pada semua usia terutama wanita di usia produktif, biasanya dimulai akibat reaksi kekebalan. Kalau tidak diobati, penderita akan nyeri terus. Daerah mana saja yang sering diserang oleh penyakit ini. Dan bagaimana penanganannya ? Berikut penjelasannya.

Reumatoid Arthritis atau radang sendi reumatik merupakan suatu penyakit peradangan sistemik dan kronis yang penyebabnya tidak diketahui dan bermanifestasi pada lapisan dalam sendi (membran sinovial persendian). Penyakit ini mempunyai spektrum yang luas dan sangat bervariasi, begitu pula manifestasi pada beratnya sendi yg terkena dan juga manifestasi di luar persendian walaupun jarang tetapi juga sangat bervariasi.

Sebagian besar ahli berpendapat bahwa Reumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun yang etiologinya belum diketahui dan ditandai dengan sinovitis erosif (peradangan erosif lapisan dalam sendi) dan terjadinya simetris antara bagian tubuh kanan dengan kiri. Penyakit radang sendi yang satu ini sangat berkaitan dengan respon imun seseorang dengan dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor non genetik. Bila dipengaruhi faktor genetik, yang terjadi adalah peradangan kronis sinovial yang progresif sehingga menyebabkan kerusakan arsitektur persendian. Sedangkan faktor non genetik sebenarnya dapat dicegah atau setidaknya dapat dikendalikan misalnya usia, infeksi bakteri atau virus, dan gaya hidup (Merokok atau alkohol).


Gejala dan tanda yang sering muncul pada sebagian penderita adalah :

  1. Kaku pada pagi hari (sekurangnya 1 jam)
  2. Artritis (radang sendi) pada 3 daerah persendian atau lebih yang merupakan pembengkakan jaringan lunak, persendian atau penumpukan cairan, dan dipastikan bukan pertumbuhan tulang
  3. Artritis pada persendian tangan
  4. Artritis simetris (lokasi yang sama pada tubuh kanan dan kiri)
  5. Nodul reumatoid (benjolan kecil dibawah kulit)
  6. Faktor reumatoid serum positif (pemeriksaan laboratorium spesifik untuk penyakit reumatik)
  7. Perubahan gambaran rontgen (erosi/dekalsifikasi tulang pada sendi/yg berdekatan)

Pencegahan dan pengobatan

Pencegahan dan Pengobatan dari radang sendi ini agak sulit, karena penyakit ini berkaitan dengan kekebalan tubuh dan genetik serta penyebabnya belum sepenuhnya diketahui. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana mengenali, mengendalikan dan mengurangi progesivitasnya termasuk mencegah komplikasi yang terjadi. Saat ini masih berjalan pengembangan obat-obat dengan target yang spesifik terhadap proses dan mediator yang terlibat dalam perjalanan penyakit ini. Perkembangan ilmu pengetahuan tentang faktor genetik akan mempengaruhi perkembangan pengobatan. Pengobatan yang dilakukan pertama-tama adalah menghilangkan nyeri, peradangan dan pembengkakkan serta kelemahan pada sendi dan otot yang terjadi. Selanjutnya dilakukan usaha untuk meningkatkan fungsi persendian dan mencegah kekambuhan

Secara umum pengobatan RA dibagi dalam 2 golongan besar. Yang pertama adalah obat yang digunakan untuk mengontrol nyeri, pembengkakan (contohnya OAINS dan kortikosteroid) dan obat untuk memodifikasi penyakit (dikenal dengan nama DMARD). Sekedar untuk diketahui pengobatan dengan DMARD ini merupakan pengobatan yang sulit dan mempunyai efek samping yang cukup berat. Untuk itu pengawasan yang ketat dan kontrol yang teratur merupakan kunci penting dari pengobatan penyakit ini. Dan yang terpenting adalah bagaimana cara kita agar bisa mencegah atau setidaknya mengendalikan penyakit ini agar kita bisa terhindar dari penyakit ini. Tentunya kembali kepada pola hidup sehat.

Sumber : Diolah dari berbagai sumber