Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Lupus, Apakah Berbahaya?

Sistem kekebalan tubuh kita kadang salah mengira bahwa tubuh kita dianggapnya sebagai benda asing dan akhirnya menyerang tubuh kita sendiri. Biasanya antibodi yang menyerang diri sendiri ini bisa terbentuk karena adanya rangsangan virus sebelumnya, sehingga antibodi ikut beredar ke seluruh tubuh dan dapat memberikan kerusakan organ pada tubuh kita. Salah satu contoh penyakit yang paling nyata yaitu Sistemic Lupus Eryhtematosus (Lupus). Penyakit lupus lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki (sekitar delapan kali lebih umum). Sebenarnya bagaimana penyakit ini menyerang tubuh si penderita, apakah penyakit ini berbahaya. Berikut penjelasannya.

Lupus merupakan penyakit autoimun, tetapi bukan merupakan penyakit menular seperti HIV. Penderita lupus memproduksi antibodi yang abnormal di dalam darah mereka yang menyerang jaringan dalam tubuh mereka sendiri, bukan agen asing yang menular.

Secara umum penyakit lupus dapat dikategorikan menjadi 3 yaitu :

* Sistemic Lupus Eryhtematosus (Lupus), dapat menimbulkan komplikasi seperti lupus otak, lupus paru-paru, lupus pembuluh darah jari-Jari tangan atau kaki, lupus kulit, lupus ginjal, lupus jantung, lupus darah, lupus otot, lupus retina, lupus sendi, dan lain-lain.
* Lupus Diskoid, lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit.
* Lupus Obat, yang timbul akibat efek samping obat. Beberapa obat yang efek sampingnya dapat menyebabkan penyakit lupus adalah hydralazine (digunakan untuk tekanan darah tinggi), kinidina dan Procainamide (digunakan untuk irama jantung abnormal), phenytoin (digunakan untuk epilepsi), isoniazid (digunakan untuk TBC), dan d-penisilamin (digunakan untuk reumatoid arthritis). Tetapi timbulnya lupus akan berhenti dengan sendirinya seiring dengan berhentinya mengkonsumsi obat tersebut.

Penyebab penyakit lupus belum diketahui secara pasti, tetapi kemungkinan faktor gen / keturunan, sinar radiasi ultra violet, dan obat-obatan tertentu mungkin mempunyai peran. Beberapa ilmuwan percaya bahwa sistim imun pada lupus lebih mudah distimulasi oleh faktor eksternal seperti virus atau sinar ultraviolet. Kadang-kadang, gejala lupus dapat dipercepat atau diperburuk oleh hanya suatu periode singkat dari paparan sinar matahari.

Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa kunci kegagalan enzim untuk membuang sel-sel mati dapat berkontribusi pada pengembangan penyakit ini. Enzim, DNase1, umumnya mengeliminasi apa yang disebut "sampah DNA" dan puing-puing sel-sel lainnya dengan mencincang mereka menjadi fragmen kecil untuk memudahkan pembuangan. Peneliti mematikan gen DNase1 pada tikus. Tikus yang terlahir sehat, namun setelah enam sampai delapan bulan, mayoritas dari tikus tanpa DNase1 menunjukkan tanda-tanda dari penyakit lupus. Jadi, mutasi genetik dalam gen yang dapat mengganggu pembuangan limbah selular tubuh mungkin terlibat dalam pembentukan penyakit lupus.


Gejala-gejala umum yang sering ditimbulkan oleh penyakit lupus adalah :

* Demam ringan
* kehilangan nafsu makan
* nyeri otot
* luka pada mulut dan hidung
* terdapat ruam-ruam kupu-kupu pada wajah
* terlalu sensitif terhadap sinar matahari (photosensitivity)
* radang selaput yang mengelilingi paru-paru (radang selaput dada) dan jantung (perikarditis)
* perubahan warna kulit pada jari tangan dan kaki akibat suhu dingin (fenomena Raynaud)


Beberapa tanda yang menunjukkan seseorang terindikasi menderita lupus adalah :

* Pada penderita lupus diskoid tidak menimbulkan rasa sakit dan gatal hanya saja jaringan parutnya dapat menyebabkan kerontokan rambut yang permanen. Ruam pada wajah juga tidak menimbulkan sakit dan gatal, hanya saja bersama dengan peradangan di organ lain dapat dipercepat atau diperburuk oleh paparan sinar matahari. Dan dengan pengobatan ruam ini dapat diatasi tanpa jaringan parut permanen.

* Pada penderita lupus selama menderita penyakit ini akan juga mengalami arthritis misalnya bengkak, nyeri, kekakuan, dan bahkan cacat sendi kecil tangan, pergelangan tangan, dan kaki. Terkadang penyakit lupus juga akan menyerupai penyakit reumatoid arthritis (atau penyakit autoimun lainnya).

* Bisa terjadi peradangan yang serius pada organ otak, hati dan ginjal, yang disebabkan oleh penurunan sel darah putih (leukopenia) sehingga dapat meningkatkan resiko infeksi dan penurunan fungsi pembekuan darah (trombositopenia) yang dapat menyebabkan meningkatnya resiko pendarahan.
* Terjadi radang otot (myositis) bisa menyebabkan nyeri otot dan sering lemah. Hal ini dapat menimbulkan peningkatan tingkat enzim otot dalam darah.

* Peradangan pada pembuluh darah (vaskulitis) yang memasok oksigen ke jaringan dapat menyebabkan cedera pada syaraf, kulit atau organ internal. Vaskulitis adalah peradangan yang ditandai oleh kerusakan dinding pembuluh darah.

* Radang selaput paru-paru (radang selaput dada) dan jantung (pericaditis) dapat menyebabkan nyeri dada yang berat. Nyeri dada dapat diperburuk dengan batuk, bernapas dalam-dalam, dan perubahan posisi tertentu oleh tubuh. Wanita yang menderita penyakit lupus mempunyai peningkatan resiko yang signifikan terjadi serangan jantung karena penyakit arteri koroner.

* radang ginjal dalam penyakit lupus dapat menyebabkan kebocoran protein ke urin, retensi cairan, tekanan darah tinggi, dan bahkan gagal ginjal. Hal ini dapat mengakibatkan kelelahan lebih lanjut dan pembengkakan pada jari dan kaki. Dengan kegagalan ginjal, harus melakukan proses dialisis untuk membersihkan darah dari akumulasi limbah.

* Penyerangan pada otak dapat menyebabkan perubahan kepribadian, gangguan pikir (psikosis) kejang, bahkan koma. Kerusakan syaraf dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa dan lemahnya fungsi bagian tubuh atau kaki. Penyerangan pada otak disebut sebagai cerebritis lupus.

* Para penderita lupus biasanya kehilangan rambut (alopecia). Seringkali hal itu terjadi secara bersamaan seiring dengan peningkatan aktivitas penyakitnya. Hilangnya rambut dapat merata atau menyebar dan tampak menipis.


Pengobatan

Sampai saat ini penyakit lupus belum dapat disembuhkan secara sempurna. Tetapi dengan pengobatan yang tepat dapat menekan gejala klinis dan komplikasi yang mungkin terjadi. Pengobatan dilakukan untuk mengurangi gejala dan melindungi organ-organ vital denganmengurangi peradangan atau tingkat aktivitas autoimun dalam tubuh. Untuk orang yang tingkat penyakitnya ringan hanya diberikan obat antiradang (obat anti inflamasi nonsteroid). Tetapi obat ini mempunyai efek samping yaitu bisa menimbulkan sakit perut bahkan pendarahan borok.

Bagi penderita yang memiliki tingkat penyakitnya tinggi karena menyerang organ vital bahkan mengancam nyawa diberikan obat kortikostiroid dosis tinggi untuk mengatasi peradangan dan memulihkan fungsi ketika penyakitnya aktif. Tetapi bila obat ini diberikan dalam jangka panjang dengan dosis yang tinggi dapat menimbulkan efek samping diantaranya terjadi penambahan berat badan, penipisan tulang dan kulit, infeksi, diabetes, bengkak wajah, katarak, kematian jaringan dari sendi yang besar (nekrosis).


Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penderita lupus adalah :

* jangan terkena sinar matahari secara langsung terlalu lama. Bila keluar pergunakan krim pelindung sinar matahari dan pergunakan baju penutup
* untuk menghindari infeksi penderita dianjurkan mengkonsumsi antibiotika
* berpikiran positif dan selalu menjalani terapi yang diberikan dengan baik

Jintan hitam dapat dijadikan sebagai alternatif obat dalam mengobati penyakit lupus. Karena di dalam jintan hitam memiliki semua fungsi yang dapat mengatasi penyakit lupus. Mulai dari antiinflamasi, antibiotik, anti peradangan sendi dan organ dan masih banyak lagi yang lain. Dan yang terpenting jintan hitam tidak memilikiefek samping. Tentu saja tetap harus sepengetahuan dokter dan pengawasan dokter.


Sumber : Diolah dari berbagai sumber