Sinusitis, Bagaimana Mengobatinya..

    <p>Dulu saya mengenal sinusitis hanya sebagai penyakit yang disebabkan oleh kelainan rongga hidung sehingga dampak yang ditimbulkan adalah hidung selalu mengeluarkan ingus. Dan ketika saya membaca semua artikel mengenai sinusitis barulah saya mengetahui apa itu sinusitis, apa yang menyebabkan seseorang terkena sinusitis, dan bagaimana cara mengobati dan mencegahnya. Untuk itu saya bagikan informasi ini untuk Anda. Semoga bermanfaat untuk Anda!</p>
    <hr id="system-readmore" />
    <h3>Apa itu Sinusitis</h3>
    <p>Di dalam rongga hidung terdapat empat ruang atau saluran yang dinamakan sinus. Ke empat pasang sinus tersebut adalah sinus maksilaris ( terletak di pipi) , sinus etmoidalis ( kedua mata) , sinus frontalis (terletak di dahi) dan sinus sfenoidalis ( terletak di belakang dahi). Fungsinya adalah untuk membantu resonansi suara, membantu keseimbangan kepala, meredam perubahan tekanan udara dan kelembaban udara, serta membantu memproduksi lendir untuk membersihkan rongga-rongga hidung. Sinus memproduksi cairan yang melembabkan lapisan tipis pada hidung dan tenggorokan. Setiap sinus memiliki satu saluran ke hidung yang memungkinkan terjadinya pertukaran lendir dengan udara. Nah, sinusitis adalah peradangan atau penyumbatan pada sinus tersebut.<br /><br />Pada penderita sinusitis sering mengeluarkan ingus melalui tenggorokan atau yang disebut post nasal drip. Dan biasanya ingus yang dikeluarkan berbau kurang sedap. Hal ini juga bisa dikatakan sebagai gejala adanya infeksi mikroorganisme (virus, bakteri, jamur). Infeksi tersebut dapat terjadi primer ataupun sekunder. Yang dimaksud infeksi primer adalah infeksi yang sejak awal memang diakibatkan oleh keterlibatan mikroorganisme. Sedangkan infeksi sekunder adalah infeksi yang awalnya bukan diakibatkan oleh mikroorganisme (misalnya alergi), namun akibat penanganan yang tidak sesuai maka akhirnya mikroorganisme turut terlibat di dalamnya.</p>
    <hr title="Penyebab Sinusitis" class="system-pagebreak" />
    <h3>Penyebab Sinusitis</h3>
    <p>Penyebab sinusitis bermacam-macam. Dapat diakibatkan oleh virus, jamur, atau bakteri (sebagian besar). Dapat pula disebabkan oleh infeksi kerongkongan, infeksi amandel, infeksi gigi bagian belakang, dll. Faktor lain yang turut serta mengakibatkan sinusitis antara lain adanya kelainan anatomis dari hidung (misalnya sekat pemisah lubang hidung kiri dan kanan yang tidak lurus), benda asing di hidung, tumor, polip, polusi lingkungan, udara dingin, dan kering.<br /><br />Jenis alergi yang dapat menyebabkan sinus adalah rhinitis alergika (alergi hidung). Alergi ini diakibatkan oleh debu, makanan, udara/cuaca dingin, bau-bauan seperti aroma wewangian pada parfum dan tumbuhan. Bila hidung telah terkontaminasi oleh faktor allergen (penimbul alergi), dapat menimbulkan bersin-bersin dan mengeluarkan lendir hidung. Ditambah lagi dengan sembabnya lapisan mukosa hidung sehingga rongga hidung menjadi tersumbat. Karena muara sinus tertutup, maka cairan sinus (ingus) itu tidak dapat dibuang. Tertahannya cairan ingus inilah yang menyebabkan sinusitis.</p>
    <hr title="Gejala Sinusitis" class="system-pagebreak" />
    <h3>Gejala Sinusitis</h3>
    <p>Biasanya sinusitis didahului oleh infeksi saluran penapasan atas (terutama pada anak kecil), berupa pilek dan batuk yang lama, lebih dari 7 hari. Gejala yang dirasakan antara lain demam, rasa lesu, hidung tersumbat, ingus kental yang kadang berbau dan mengalir ke kerongkongan (post nasal drip), halitosis (bau mulut), sakit kepala yang lebih berat pada pagi hari, dan nyeri di daerah sinus yang terkena.</p>
    <hr title="Komplikasi Sinusitis" class="system-pagebreak" />
    <h3>Komplikasi Sinusitis</h3>
    <p>Komplikasi yang ditimbulkan adalah sering ditemui gejala sesak napas. Gejala ini dikarenakan cairan atau lendir yang bersarang di daerah rongga hidung telah menyebar ke daerah saluran pernapasan dan bisa menyebabkan penyakit asma. Selain itu dapat menimbulkan infeksi pada otak atau timbunan nanah pada otak, terjadi infeksi pada jaringan di sekitar bola mata (infeksi bola mata, pecahnya bola mata.) Dapat pula menimbulkan infeksi tulang sekitar sinus (dapat terjadi kebocoran nanah keluar dari wajah, perubahan bentuk wajah/menonjol/membengkak). Sering kambuhnya radang tenggorokan, radang amandel, bahkan radang pita suara (sering batuk atau serak). Selain itu juga adanya gangguan pencernaan (sering sakit perut, mual, muntah, diare)</p>
    <hr title="Penanganan Sinusitis" class="system-pagebreak" />
    <h3>Penanganan Sinusitis</h3>
    <p>Berdasarkan lamanya penyakit, sinusitis dibedakan menjadi tiga, yakni akut (kurang dari 4 minggu), sub-akut (4 sampai 12 minggu), dan kronis (lebih dari 12 minggu). Sedangkan berdasarkan jenis peradangannya, sinusitis dibedakan atas infeksi dan non infeksi. Sinusitis infeksi biasanya disebabkan oleh virus, walau beberapa kasus disebabkan oleh bakteri. Sedangkan sinusitis non infeksi sebagian besar disebabkan oleh alergi dan iritasi bahan bahan kimia.<br /><br />Sinusitis jika diobati secara dini dengan pengobatan yang tepat akan mampu sembuh dengan baik. Maka, bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Bisa saja Anda didiagnosis mengidap sinusitis, walau tidak tertutup kemungkinan masih berada di tahap rhinitis alergika. Umumnya, Anda akan menjalani rontgen sinus paranasalis untuk memastikan diagnosis sinusitis.<br /><br />Bila diagnosis sinusitis telah dipastikan, umumnya ada tiga tahap pengobatan yang diberikan. Tahap pertama adalah pengobatan dengan mengonsumsi antihistamin dan antibiotik. Bisa pula ditambah dekongestan untuk mengurangi hidung mampet. Bila tidak ada perubahan, akan dilakukan fisioterapi. Operasi adalah pilihan terakhir bila dua tahap sebelumnya tidak menunjukkan hasil yang signifikan.</p>
    <hr title="Pencegahan Sinusitis" class="system-pagebreak" />
    <h3>Pencegahan Sinusitis</h3>
    <p>Cara pencegahan sinusitis atau menjaga agar tidak terjadi kekambuhan sinusitis dapat dikatakan bervariasi karena banyaknya faktor yang melatar belakangi terjadinya penyakit ini. Untuk mencegah terjadinya sinusitis atau mencegah kekambuhannnya, kita harus menghindari faktor-faktor yang dapat meyebabkan terjadinya sinusitis, di samping juga melakukan koreksi terhadap keadaan atau kelainan yang dapat melatarbelakangi terjadinya penyakit ini. Seorang penderita sinusitis walaupun telah menjalani pengobatan dan operasi, akan dapat mengalami kekambuhan apabila tidak menghindari faktor-faktor penyebabnya, atau tidak dilakukan koreksi terhadap keadaan atau kelainana yang melatarbelakanginya.<br /><br />Sumber : Diolah dari berbagai sumber</p>
    <p> </p>


    © 2020 Mjokertocyber Media. All Rights Reserved.

    Please publish modules in offcanvas position.