Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Cara Mudah Mengatasi Hama Leaf Miner

Sang penggorok daun atau leaf miner merupakan hama yang banyak menyerang tanaman sayur kita. Akibat dari serangan leaf miner, tumbuhan sayur kita secara bertahap menjadi tidak sehat dan akhirnya mati. Pengalaman kami dalam berhidroponik, tanaman yang diserang oleh leaf miner ini adalah daun tanaman melon, daun tanaman mentimun, daun tanaman okra dan beberapa sayuran lainnya.

Artikel kali ini kita akan membahas leaf miner  yang biasanya menyerang tanaman sayur dan bagaimana cara mudah mengatasinya.

Leafminer adalah larva atau serangga yang hidup dan makan di dalam daun. Dalam siklus hidupnya, mereka membangun terowongan di dalam jaringan daun sehingga sering juga disebut penambang atau penggorok daun. Jika sudah terserang leafminer, bentuk daun menjadi putih-putih seperti aliran sungai. Leafminer ini sendiri susah untuk diberantas dengan pestisida nabati jika sudah terkena karena mereka berlindung di dalam daun. Yang bisa dilakukan dengan pestisida nabati adalah peyemprotan untuk pencegahan, sedangkan jika sudah terkena, daun yang terkena hama dapat digunting lalu dibakar atau dibuang jauh-jauh.

 

Jika daun sudah terkena, mereka akan menyebar dengan sangat cepat, sehingga lama-lama jaringan tumbuhan akan mati perlahan-lahan. Tanaman yang sering terkena hama ini adalah tomat, kaylan, sawi, pakchoy dan jenis-jenis sayuran lainnya.

Leaf miner yang dikenal sebagai sang penggorok daun adalah larva hama lalat dari keluarga Agromyzedae yang hidup dan menggerogoti jaringan daun pada tanaman.

 

Siklus Hidup Leaf Miner

Lalat betina sebelumnya menyimpan telur mereka dengan  memotong dan menyayat permukaan daun yang disebut “feeding points”, selanjutnya telur diletakkan ke dalam sayatan atau feeding points tersebut. Jumlah telur yang diletakkan atau simpan bisa mencapai 150 butir atau lebih.

Telur-telur tersebut pada awalnya kelihatan seperti bintik-bintik putih. Setelah beberapa hari, mereka akan menetas dan menjadi larva. Larva-larva inilah yang menggali terowongan dengan cara menggerogoti jaringan daun sebagai makanan mereka.

Terowongan yang mereka gali inilah selanjutnya merusak jaringan daun dan terlihat seperti guratan berwarna putih / transparan dari permukaan daun. Kalau kita perhatikan lebih secara seksama, kadang bisa terlihat larva yang dimaksud berbentuk titik hitam pada ujung guratan.

Setelah beberapa hari, larva-larva tersebut akan tumbuh dewasa, matang dan mulai keluar dari terowongan yang mereka gali sebelum berubah bentuk menjadi kepompong. Beberapa dari mereka akan jatuh dan lainnya akan berada pada daun.

Kepompong lunak ini perlahan akan mengeras dan setelah kurang lebih 6 hari mereka akan pecah dan muncullah lalat muda yang perlahan akan berubah menjadi lalat dewasa dan siap untuk kawin dan bertelur untuk menyelesaikan siklus hidup mereka yang bervariasi antara 13 – 30 hari tergantung suhu udara dan jenis kelamin.

 

Cara Mengatasi Leaf Miner

Ada banyak cara untuk mengatasi Leaf Miner, tapi yang paling praktis  adalah menggunakan PETROGENOL. Petrogenol ini kita pasang sebagai umpan untuk menjebak leaf miner dan mengurungnya dalam botol air mineral bekas. Baik mari kita bikin jebakan leaf minernya.

Bahan-bahan :

 

  •    Botol Air Mineral Besar
  •    Petrogenol (bisa dibeli di toko tanaman)
  •    Kapas
  •    Benang
  •    Minyak Goreng

 

Cara Pembuatan:

 

Lubangi dinding botol air agar lalat bisa masuk. Tidak perlu terlalu banyak, cukup 8 sampai 10 lubang saja.   Bulat-bulatkan kapas dan padatkan lalu ikat dengan benang.    Sisakan benang cukup panjang untuk menggantung kapas hingga posisinya bisa di tengah-tengah botol air.   Teteskan petrogenol pada kapas dan pasang kapas di dalam botol.     Posisikan kapas menggantung di tengah-tengah botol.    Isi botol dengan minyak goreng setinggi 1 cm saja.   Gantung rangkaian ini di atas tanaman

Setiap 5 hari sekali, teteskan kapas dengan petrogenol lagi.

 


 

Membasmi Leaf Miner dengan Cairan Kumur dan sabun 

Metode ini sangat praktis, sediakan cairan untuk kumur dicampurkan dengan sabun pencuci piring. Cairan obat kumur sendiri bersifat asam dan mengandung bakterisida, selain itu mengandung mint yang biasanya tidak disukai oleh hama. Sedangkan fungsi dari sabun pencuci piring adalah sebagai bahan perekat untuk tanaman. Jika ingin menggunakan bahan yang alami, campurkan saja cairan obat kumur dengan lidah buaya sebagai bahan perekat alami. 

Dosis nya adalah  1 sendok makan obat kumur ditambahkan sabun cuci secukupnya. Semprotkan dengan sprayer  pada tanaman yang terkena 1 kali dua hari untuk pengobatan (sampai hama hilang) dan satu kali seminggu untuk pencegahan.

 


 

 Menggunakan Semprotan Tanaman Nimba

Tanaman ini dapat dipakai untuk semprotan insektisida alami yang aman dan efektif. Nimba dapat dipakai pada hampir semua serangga, termasuk nyamuk. Terkadang memerlukan waktu beberapa minggu untuk menunggu efeknya karena untuk beberapa jenis serangga, nimba bekerja dengan memutus daur perkembang biakan serangga tersebut. Nimba merupakan salah satu tanaman terbaik yang digunakan karena aman bagi manusia dan tidak menimbulkan banyak masalah bagi serangga yang menguntungkan, khususnya predator hama. Dalam kondisi tertentu bahkan bisa meningkatkan produksi ulat yang berguna! Keong/siput, nematode, lebah penyengat, ulat, ngengat, penggerek daun, lalat, nyamuk, dan belalang adalah beberapa jenis serangga yang dapat dikendalikan dengan nimba. 

 

Cara menggunakan nimba

1. Tumbuklah biji nimba dan masukkan ke dalam kantong kain. Masukkan kantong kain ini dalam ember atau drum berisi air selama semalam. Gunakan 500 gr biji nimba untuk tiap 10 liter air. Gunakan sebagai semprotan pada serangga hama dan tanaman yang terserang. Biji nimba ini lebih efektif daripada daunnya.

2. Ambillah segenggam besar daun nimba segar, lumatkan, dan masukkan ke dalam seember air. Biarkan selama 2 hari, kemudian buanglah daunnya dan gunakan sebagai semprotan. 

3. Keringkan segenggam penuh daun nimba, tumbuk, dan masukkan ke dalam air. Biarkan selama 2 hari, saring dan gunakan sebagai semprotan.

4. Semprotan nimba ini juga dapat dibuat dengan merendam biji nimba yang telah dihancurkan dalam alkohol, atau membuat minyak dari biji nimba dengan menggunakan suatu alat pengepres minyak. Metode ini lebih mahal namun dapat menghasilkan produk yang lebih kuat.

 

Menanam Tanaman Pelindung

Cara ketiga ini dilakukan dengan menanam tanaman pelindung spt Marygolg/sunflower atau bunga bewarna kuning lainnya. sebagai pagar kebun. Hama seperti lalat akan tertarik di tanaman pelindung ini dan tdk akan mampir pd tanaman kita krn sudah kenyang.