Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Tahapan menanam tanaman secara hidroponik

Bagaimana cara menanam hidroponik yang baik dan benar ?. Pertanyaan ini kerap kali dipertanyakan oleh para pemula yang baru mengenal bertanam hidroponik. Okey, Kali ini kita akan membahasnya lebih detail tentang tehnik menanam hidroponik yang dilakukan oleh  para penggiat hidroponik di seluruh tanah air. 

Beberapa tahapan bertanam dengan sistem hidroponik adalah sebagai berikut :

1. Tahap Penyemaian

2. Tahap Pindah Tanam

 3. Tahap pembesaran


Tahapan Semai Bibit

Tahap pertama mari kita persiapkan tahap penyemaian. Sebelum tanaman yang diletakkan pada pada rak hidroponik, sebaiknya dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Pada tahap ini proses penyemaian menggunakan media sobat dapat menggunakan arang sekam karena selain murah, lebih steril dan mudah didapat. Selain ini media ini mempermudah dalam proses pindah tanam (akar tidak rusak). 

Bahan yang diperlukan adalah :

- Baskom bekas untuk penyemaian

- Arang sekam

- Benih yang akan di tanam

- Plastik hitam

Caranya :

  • Masukkan arang sekam ke dalam baskom plastik yang telah dilubangi kecil – kecil bagian bawahnya, atau bisa juga menggunakan baskom yang sudah berlubang.
  • Taburkan benih yang akan di tanam secara merata di atas arang sekam.Atur lokasi benih jangan sampai terlalu dekat, sehingga mempermudah pemindahan.
  • Taburkan lagi arang sekam tipis saja diatas benih yang sudah di tanam.
  • Siram benih dengan menggunakan sprayer agar media tidak berhamburan keluar.
  • Tutup dengan plastik hitam selama dua hari.
  • Setelah dua hari buka tutup plastik hitam, biasanya benih sudah mulai tumbuh.
  • Kenalkan bibit dengan cahaya matahari dan jangan terlalu terik, secukupnya saja agar tidak terjadi kutilang.
  • Lakukan penyiraman rutin sampai dua minggu, atau lihat sampai tanaman berdaun empat, saat itu tanaman siap di pindah tanam. 

Tahap pindah tanam ke sistem hidroponik

Pada saat bibit tumbuh berumur dua minggu biasanya sudah berdaun lengkap dan siap pindah tanam. Berhati-hatilah saat bibit pindah tanam agar bibit tidak rusak. Dibawah ini adalah adalah cara untuk berpindah tanam.

Alat/bahan yang diperlukan :

- Netpot atau botol gelas mineral bekas atau sejenisnya.

- Kain flannel untuk sumbu jika diperlukan.

- Spons yang sudah dipotong – potong ukuran 2.5cm x 2.5cm x 2cm

- Baskom/ember yang sudah diisi air bersih.

Caranya :

  1. Ambil bibit beserta medianya sekalian. Sebaiknya jangan dicabut tapi ambil bibit dan media sekaligus.
  2. Masukkan bibit beserta media ke dalam baskom/ember yang sudah diisi air.
  3. Goyangkan bibit secara berlahan. Selanjutnya media akan tenggelam dan bibit akan mengapung. Biasanya dengan cara ini akar tidak rusak dan akar bersih dari media yang menempel.
  4. Jika bibit bergerombol, pisahkan bibit satu dengan yang lain dengan hati – hati. 
  5. Setelah bibit terpisah, jepit bibit dengan spons yang telah tersedia. Jika ada bibit yang akarnya belum menyentuh air nutrisi dapat dibantu menggunakan sumbu dengan kain flannel yang di letakkan pada netpot.
  6. Masukkan spons yang telah berisi bibit ke dalam netpot.
  7. Masukkan netpot ke lubang – lubang tanam yang ada dalam rak paralon yang sebelumnya sudah diisi air nutrisi.

Tahap Pembesaran Tanaman

Setelah bibit kita pindahkan ke dalam rak atau paralon, atau sistem hidroponik lainnya, tugas selanjutnya adalah melakukan perawatan untuk pembesaran sampai masa panen tiba.

Dalam system hidroponik perawatan tanaman adalah sangat mudah. Apabila kita menggunakan teknik  air menggenang, yang kita lakukan hanyalah memperhatikan ketersediaan air nutrisi yang ada di dalam pipa paralon tempat penanaman. Lakukan pengecekan secara berkala 3 hari sekali. Ketika air akan habis, tambahkan secukupnya.

Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai batang dan akar tanaman terendam secara keseluruhan Air nutrisi diberikan secukupnya sebatas 1/3 sampai 1/5 diameter pipa saja agar masih ada ruang untuk akar dan oksigen sehingga akar tidak terendam. Sebab bila terendam menyebabkan busuknya akar dan tanaman akan mati. Selanjutnya kita rwat sampai pada saatnya panen tiba. 

Selamat mencoba kawan, semoga berhasil..