Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Osteoporosis merupakan masalah yang cukup besar terutama di Indonesia. Bagaimana tidak? Risiko osteoporosis makin meningkat seiring pertambahan usia. Pada perempuan memiliki risiko lebih tinggi dibanding pada pria. Satu dari 5 perempuan dapat berisiko terkena osteoporosis, sedangkan pada pria hanya 1 dari 7 yang dapat terkena osteoporosis. Tidak hanya itu saja, perempuan berisiko terkena osteoporosis lebih awal yaitu meningkat secara nyata sekitar umur 50 tahun sedangkan pada pria pada usia 55 tahun.

Osteoporosis atau keropos tulang adalah suatu penyakit dengan sifat-sifat khas berupa massa tulang rendah disertai perubahan-perubahan mikro arsitektur dan kemunduran kualitas jaringan tulang yang akhirnya menyebabkan terjadinya peningkatan kerapuhan tulang dan peningkatan risiko terjadinya patah tulang. Osteoporosis dapat berlangsung secara diam-diam sehingga sering juga disebut silent disease. Pada stadium awal tidak menunjukkan gejala nyata. Gambaran radiologis baru jelas bila penyakit sudah berlanjut.


Gejala osteoporosis

Dapat berupa nyeri, perubahan bentuk tubuh (defomitas), sampai timbul patah tulang. Patah tulang dapat terjadi pada semua tulang, tapi yang paling sering adalah tulang belakang, tulang pangkal paha, dan tulang pergelangan tangan.

Pada saat ini, perempuan berusia 50 tahun mempunyai risiko 40% menderita patah tulang karena osteoporosis di kemudian hari. Karena itu, deteksi dinidan tindakan pencegahan dini penting untuk mencegah terjadinya patah tulang akibat osteoporosis. Osteoporosis dapat diobati, tetapi keadaan tulang tidak dapat dikembalikan ke keadaan semula.

Banyak faktor risiko osteoporosis, tapi di seluruh dunia, faktor risiko mayor adalah nutrisi tidak adekuat, kurang aktivitas fisik, berkurangnya estrogen tubuh. Karena itu, untuk mencegah atau menghambat osteoporosis, perlu memperhatikan pola makan yang baik, diet gizi berimbang, cukup zat gizi makro dan mikro, terutama kalsium, fosfor, seng, vitamin B6, C, D, K dan Fitoestrogen.


Pencegahan Sejak Dini

Osteoporosis biasa ditemukan pada usia lanjut, tapi pencegahan sudah harus dimulai sedini mungkin, sejak masih dalam kandungan, masa bayi, masa kanak-kanak, remaja dan dewasa muda sebelum usia 30 tahun. Hal ini berlaku baik pada pria maupun pada wanita. Masukan kalsium terutama penting untuk mencapai massa tulang puncak setinggi mungkin. Setelah lewat massa tulang puncak, mulai terjadi kehilangan kepadatan massa tulang.

Tambahan kalsium lebih efektif bila disertai latihan fisik/olahraga, vitamin D (sinar matahari) dan dalam bentuk bahan makanan. Sediaan/suplemen kalsium diserap terbaik bila diberikan dengan makanan pada waktu makan malam.

Meningkatnya usia pada orang lanjut usia membuat daya serap kalsium makanan menurun. Pada perempuan, penurunan ini lebih besar dan timbul lebih awal dibanding pria. Selain itu ada beberapa faktor yang dapat menghambat penyerapan kalsium. Antara lain:


Serat dan selulosa dari sayuran dan buah.

Kabar baiknya adalah, kita bisa mengurangi risiko osteoporosis dengan sedikit modifikasi diet sehari-hari sebagai berikut:


Tanda-tanda yang perlu dicermati

Penentuan osteoporosis memerlukan pemeriksaan yang cermat. Sudah patut diduga adanya osteoporosis jika:

Sumber: Majalah Aura