Mencegah Kanker Payudara Lewat Makanan Super

    Article Index

    Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh kaum wanita. Tapi kini bukan hanya kaum wanita saja yang merasa ngeri dengan penyakit ini tetapi kaum pria pun juga merasakan hal yang sama. Dengan mengenali penyakit ini kita berharap dapat menghindarinya. Berikut penjelasannya.

    Kanker Payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara. Peningkatan jumlah sel yang tidak normal ini umumnya membentuk benjolan yang disebut tumor atau kanker. Tidak semua tumor bersifat kanker. Tumor yang bersifat kanker disebut tumor ganas, sedangkan yang bukan kanker disebut tumor jinak. Tumor jinak biasanya merupakan gumpalan lemak yang terbungkus dalam suatu wadah yang menyerupai kantong, dan selnya tidak menyebar ke bagian lain pada tubuh penderita.

    Sel-sel tumor dan racun yang dihasilkannya keluar dari kumpulannya dan menyebar ke bagian tubuh yang lain seperti tulang, paru-paru, dan liver tanpa disadari oleh penderita, lewat aliran darah maupun sistem getah bening. Sel-sel yang menyebar ini kemudian akan tumbuh berkembang di tempat baru, yang akhirnya membentuk segerombolan sel tumor ganas atau kanker baru. Proses ini disebut metastasis. Karenanya tidak mengherankan jika pada penderita kanker payudara ditemukan benjolan di ketiak atau benjolan kelenjar getah bening lainnya. Bahkan muncul pula kanker pada liver dan paru-paru sebagai kanker metastasisnya.


    Keganasan kanker payudara ini ditunjukkannya dengan menyerang sel-sel normal di sekitarnya, terutama sel-sel yang lemah. Sel kanker akan tumbuh dengan cepat, sehingga payudara penderita akan membesar tidak seperti biasanya. Sambil menyerang sel-sel normal di sekitarnya, kanker juga memproduksi racun dan melepas sel-sel kanker dari induknya yang pecah. Racun dan sel-sel kanker itu akan menyebar bersama aliran darah. Karenanya kerap kita mendapati kanker yang tumbuh di tempat lain sebagai hasil meta statisnya. Selain itu pada kanker yang parah seringkali terjadi pendarahan.


    Faktor-faktor penyebab


    Faktor risiko

    Sebenarnya penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara diantaranya:

    * Faktor reproduksi: Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan jendela inisiasi perkembangan kanker payudara. Secara anatomi dan fungsional, payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis.
    * Penggunaan hormon: Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause. Sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas.
    * Penyakit fibrokistik: Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperplasis dan papiloma, risiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik, risiko meningkat hingga 5 kali.
    * Obesitas: Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause.
    * Konsumsi lemak: Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara.
    * Radiasi: Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur.
    * Riwayat keluarga dan faktor genetik: Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Apabila terdapat BRCA 1, yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara, probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun. Faktor Usia sangat berpengaruh -> sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun. Resiko terbesar usia 75 tahun


    Tanda dan Gejala kanker payudara

    Gejala klinis kanker payudara dapat berupa benjolan pada payudara yang umumnya tidak nyeri. Mula-mula benjolan itu kecil, kemudian makin lama makin besar, lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu. Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d'orange), mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah. Selain itu ciri yang lain adalah pada puting susu bisa timbul pendarahan, serta timbul rasa sakit atau nyeri apabila tumor sudah besar, sudah timbul borok, atau bila sudah muncul metastase ke tulang-tulang.


    Stadium Kanker Payudara

    Pada kanker payudara ada stadium dini (0, 1 dan 2) serta stadium lanjut (3 dan 4). Stadium 0 berarti sel kanker ada pada lapisan kelenjar susu atau saluran susu tetapi belum menyebar ke jaringan lemak sekitarnya. Pada stadium 1 dan 2, kanker telah menyebar dari kelenjar susu atau saluran susu ke jaringan terdekat disekitarnya. Pada stadium 2 kadang-kadang kanker telah mulai mengganggu kelenjar getah bening. Stadium 3 boleh dibilang kanker payudara dalam stadium lanjut lokal, dimana garis tengah tumor telah lebih dari dua inci dan seringkali telah menyebar ke kelenjar getah bening dekat payudara. Pada stadium 4 kanker telah bermetastasis, artinya kanker telah menyebar dari payudara dan kelenjar getah bening di sekitar ketiak, ke bagian lain tubuh seperti tulang, hati, paru dan otak.

    Kanker pada payudara itu bisa membengkak dan pecah, kalau sudah begini bau busuk dan anyir akan keluar dari buah dada. Keluhan lain adalah sesak nafas karena kanker menekan paru-paru.


    Type Penyakit Kanker Payudara

    Melalui pemeriksaan yang di sebut dengan mammograms, maka type kanker payudara ini dapat dikategorikan dalam dua bagian yaitu :

    * Kanker payudara non invasive, kanker yang terjadi pada kantung (tube) susu {penghubung antara alveolus (kelenjar yang memproduksi susu) dan puting payudara}. Dalam bahasa kedokteran disebut 'ductal carcinoma in situ' (DCIS), yang mana kanker belum menyebar ke bagian luar jaringan kantung susu.
    * Kanker payudara invasive, kanker yang telah menyebar keluar bagian kantung susu dan menyerang jaringan sekitarnya bahkan dapat menyebabkan penyebaran (metastase) kebagian tubuh lainnya seperti kelenjar lympa dan lainnya melalui peredaran darah.


    Diagnosa Penyakit Kanker Payudara

    Penyakit kanker payudara dapat diketahui dengan cara pengambilan contoh jaringan sel payudara yang mengalami pembenjolan atau tindakan biopsi. Dengan cara ini akan diketahui jenis pertumbuhan sel yang dialami, apakah bersifat tumor jinak atau tumor ganas (kanker). Apabila biopsy tidak mungkin dilakukan, dokter akan mengusulkan test lain untuk membantu diagnosa. Dan tidak semua penderita akan dilakukan test ini.


    Makanan Super Pencegah Kanker Payudara

    Cara terbaik untuk mencegah kanker payudara adalah dengan meningkatan asupan sayuran dan buah-buahan. Berikut, beberapa makanan yang mudah didapat, yang bisa melindungi kita dari penyakit yang mematikan ini.

    * Jus wortel. Satu gelas jus wortel isi 8 ons mengandung 700% beta karoten dalam jumlah harian yang dianjurkan dengan hanya 70 kalori. Banyak penelitian yang sudah bisa membuktikan bahwa makanan kaya beta karoten bisa menurunkan kadar kanker payudara.

    * Lobak. Lobak sama dengan clan brokoli, daikon (lobak Jepang)mengandung indole-3 carbinol yang bisa menurunkan kadar sejenis estrogen yang bisa menjadi pencetus kanker payudara.
    * 1 mug susu 1%. Satu mug susu 1% hangat ditambah dengan 1/4 sendok teh ekstrak almond diminum pada saat akan tidur. Mengapa tidak mempergunakan susu tanpa lemak saja? Karena senyawa dalam lemak susu dikonyugasikan linoleic acid bisa memerangi sel-sel kanker payudara.
    * Jus Tomat. Jus tomat mengandung lycopene yang bisa menurunkan tingkat kanker payudara.
    * Brokoli. Dengan brokoli, terdapat senyawa yang bisa memerangi tumor mammary dan hal ini sudah dibuktikan lewat penelitian pada tikus.
    * Jus Anggur. Jus anggur mengandung antioksidan pembasmi kanker yang paling kuat dibanding jus lainnya.
    * Ikan salmon. Ikan salmon kaya akan asam lemak Omega 3. Hasil penelitian membuktikan wanita yang mempunyai kadar jaringan Omega 3 yang lebih tinggi mempunyai tingkatan yang lebih rendah terserang kanker payudara.
    * Multivitamin harian. Wanita yang dietnya tinggi vitamin D jarang yang terkena kanker payudara.
    * Jus cherry. Cherry merupakan sumber perillyl alcohol yang baik, yaitu suatu senyawa yang bisa menghambat kanker mammary dan hal ini telah dibuktikan lewat percobaan pada tikus.
    * Jus jeruk murni. Senyawa yang disebut limonoids, terdapat dalam kulit dan kulit putih pada jeruk, bisa mencegah kanker payudara.
    * Teh hijau Teh hijau kaya dengan EGCG, suatu senyawa yang bisa menghambat sel-sel kanker, dan ini sudah terbukti dalam percobaan pada tikus.
    * Minyak zaitun. Wanita mediterania yang banyak makan minyak zaitun mempunyai kasus kanker payudara yang rendah.
    * Bawang putih Saat akan masak bawang putih, kupas dan cincang, lalu diamkan sekitar 10 hingga 15 menit sebelum Anda memanaskannya. Pemanasan langsung tidak memberi waktu pada senyawa pembasmi kanker payudara untuk berkembang.

     


    © 2020 Mjokertocyber Media. All Rights Reserved.

    Please publish modules in offcanvas position.