Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Waspadai Jika Tidur Mendengkur - Ada 3 tipe mendengkur yang membahayakan

Ada 3 tipe mendengkur yang membahayakan

yaitu Obstructive Sleep Apnea (OSA) Syndroma, central sleep apnea (CSA), dan sleep related hypoventilation (SRH). Obstructive Sleep Apnea (OSA) adalah syndroma yang paling sering terjadi, kurang lebih 2 persen pada wanita dan 4 persen pada pria usia 30 -60 tahun dan meningkat 20-50 persen pada usia lanjut. Pada Obstructive Sleep Apnea (OSA) syndroma, tanpa sepengetahuan dan diluar kesadaran kita (karena sedang tidur nyenyak), jalan napas tersumbat secara total sehingga kita tidak dapat bernapas. Agak lama kemudian barulah mulai bernapas lagi dengan sentakan dan bunyi yang sangat keras (biasanya sampai Anda terjaga). Kejadian seperti ini dapat terjadi beberapa ratus kali dalam semalam, akan menurunkan kadar oksigen dalam darah sampai di bawah normal sehingga membuat jantung Anda bekerja lebih keras dimana dapat mengundang masalah kardiovaskular.

Keluhan yang sering dialami adalah seseorang yang mendengkur adalah merasa ngantuk yang berlebihan disiang hari (hipersomnia) saat tidak melakukan kegiatan yang melibatkan fisik. Keluhan yang lain diantaranya adalah menjadi mudah lupa dan sulit berkonsentrasi dengan baik. Dalam jangka panjang orang tersebut akan mudah terserang penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, dan jantung. Hal ini disebabkan karena jantung dan otak mereka akan mengalami kelelahan dan mudah rusak akibat sering dipaksa bekerja keras. Tidur menjadi tidak empurna sehingga selalu muncul rasa kantuk dan rasa lelah yang berlebihan di siang hari. Keluhan ini bisa disertai sakit kepala, darah tinggi, stroke dan jantung.

Mendengkur pada anak mungkin terdengar "lucu" dan kadang membuat orang tertawa, serta sering dianggap sesuatu yang terjadi karena si anak kelelahan. Tapi, kebiasaan ini sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menyebabkan masalah mulai dari mengompol hingga performanya di sekolah. Orang tua harus menyadari bahwa dengkuran yang terjadi pada anak bisa dikaitkan dengan gangguan kualitas tidur yang signifikan dan juga kondisi otak serta jantung, tergantung dari apa penyebabnya. Karena itu, orang tua harus mencaritahu penyebabnya untuk mengatasi kondisi ini. Dengkuran pada anak sebaiknya diwaspadai. Sebab dengkuran bisa jadi merupakan indikasi terjadinya sumbatan pernapasan saat tidur. Jika tidak ditangani dengan baik, dengkuran dapat menyebabkan komplikasi di kemudian hari, seperti anak menjadi hiperaktif bahkan sampai terjadi gangguan perilaku (ADHD), mengantuk di sekolah/mengantuk sepanjang hari, gangguan konsentrasi, kurang bisa bergaul, bahkan hingga gangguan pembuluh darah seperti tekanan darah tinggi, gagal jantung dan stroke. Dengkuran pada anak bisa merupakan indikasi Obstructive Sleep Apnea (OSA) Syndrome. OSA syndrome merupakan penyakit gangguan tidur yang berat karena obstruksi (sumbatan) jalan napas atas dengan gejala utama yang mendengkur (Snoring). Hal ini dapat didiagnosa dengan polisomnografi (PSG), yaitu alat yang dapat merekam aktivitas anak pada saat tidur.

Dari hasil rekaman dapat dihitung frekuensi henti napasnya per jam yang dapat menentukan derajat OSA syndrome. Nilai AHI 3-5 disebut OSAS ringan, AHI 5-10 disebut sedang, dan nilai AHI diatas 10 disebut OSAS berat.