Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Anemia pada Ibu Hamil

Berbagai penyebab anemia

Dilihat dari penyebabnya, anemia dapat dibagi dalam beberapa jenis.

  • Kekurangan zat besi
    Anemia ini akibat kekurangan besi karena si ibu kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, atau karena terjadi gangguan penyerapan, gangguan penggunaan akibat terlalu banyak zat besi yang keluar dari tubuh seperti perdarahan atau berkeringat. Anemia jenis ini yang paling dijumpai dalam kehamilan. Khususnya pada trimester ketiga kehamilan, kebutuhan akan zat besi juga semakin meningkat. jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka akan mudah terjadi anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi.
  • Anemia hipoplastik
    Yaitu anemia pada ibu hamil yang disebabkan sumsum tulang kurang mampu membuat sel-sel baru. Salah satu cirinya adalah, anemia iru akan terlihat, sekalipun sudah diobati dengan segala macam obat penambah darah. Penyebab anemia hipoplastik pada kehamilan bisa karena sinar rontgen, racun atau obat-obatan. Itu sebabnya, ibu hamil dianjurkan tidak menggunakan obat-obatan tanpa izin atau sepengetahuan dokter. Kalau keadaannya sangat berat, satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan transfusi darah, yang bisa dilakukan berulang kali. Anemia ini akan hilang dengan sendirinya bila si ibu melahirkan bayinya.
  • Anemi hemolitik
    Anemia jenis ini juga bisa dialami oleh ibu hamil. Anemia ini disebabkan oleh penghancuran sel darag merah yang berlangsung lebih cepat dari pembuatannya. Bila ibu hamil menderita anemia ini, anemia yang dideritanya akan menjadi lebih berat. Anemia jenis ini sangat jarang ditemui pada wanita Indonesia. Untuk meringankan penderitaan ibu dan mencegah agar janin tidak kekurangan oksigen dapat dilakukan transfusi darah.
  • Anemia megaloblastik
    Terjadi karena kekurangan asam folat. Keadaan ini juga akibat kekurangan zat besi yang berasal dari makanan. Kalau keadaan ini terjadi pada bulan-bulan terakhir kehamilan, untuk mengatasinya, kemungkinan besar si ibu akan mendapatkan transfusi darah. Pada umumnya, masalah ini akan hilang dengan sendirinya setelah si ibu melahirkan karena kebutuhan asam folat juga semakin berkurang.
Selain beberapa jenis anemia tersebut, ada jenis lain yang disebabkan oleh cacing tambang, malaria, penyakit ginjal menahun, penyakit hati, tumor ganas, TBC dan sebagainya. Kalau wanita yang mengidap penyakit-penyakit itu hamil, umumnya anemianya menjadi berat.