Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Anemia pada Ibu Hamil

Umumnya, wanita lebih mudah mengalami anemia bila dibandingkan dengan laki-laki, karena wanita mengalami perdarahan sewaktu haid atau mengkonsumsi makanan yang kurang mengandung zat besi. Itulah sebabnya ibu hamil menjadi semakin mudah mengalami anemia, mengingat pada saat ini kebutuhan zat besi meningkat untuk pembentukan sel darah merah.

Masalah anemia pada kehamilan sesungguhnya tidak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi mengingat kurang lebih 70% ibu hamil di Indonesia mengalami gangguan ini. Karena itu, upaya pencegahan anemia sangatlah penting artinya demi kualitas ibu dan janin yang bakal dilahirkan.

Apakah anemia itu?

Pada dasarnya, anemia dapat diartikan sebagai berkurangnya sel-sel darah merah dalam darah. Seseorang dikatakan anemia jika kadar hemoglobin (sel darah merah) dalam darahnya kurang dari 12 g/100 ml. Dalam istilah sehari-hari, anemia sering disebut sebagai penyakit kurang darah atau gangguan komposisi darah dalam tubuh.

Dalam sel darah merah terdapat hemoglobin yang sebagian besar isinya adalah zat besi. Hemoglobin inilah yang berfungsi sebagai alat transportasi oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Jika hemoglobin penuh dengan oksigen, seperti dalam pembuluh darah halus, maka warna darah pun menjadi merah segar. Jika jumlah oksigen di hemoglobin sudah berkurang, seperti pada pembuluh darah balik, maka warna merah darahpun akan berubah menjadi gelap.

Berat ringannya anemia pada ibu hamil dapat dilihat dari kadar hemoglobinnya.

  • Anemia berat bila kadar hemoglobin kurang dari 6 g/100 ml
  • Anemia sedang bila kadar hemoglobin antara 6-8g/100ml
  • Anemia ringan bila kadar hemoglobinnya antara 9-11 g/100 ml