Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Mencermati Gangguan Kesehatan Di Musim Pancaroba

Di saat pergantian musim atau dikenal juga sebagai musim pancaroba seperti sekarang ini, upaya menjaga kesehatan menjadi lebih penting lagi. Pasalnya, cuaca yang mudah berubah-ubah, sebentar panas, sebentar dingin merupakan kondisi yang baik untuk berkembang biaknya kuman penyakit. Salah satu yang perlu dijaga adalah kesehatan saluran pencernaan yang dapat mengakibatkan diare.

Diare adalah gangguan kesehatan yang ditandai oleh perubahan bentuk feses (kotoran) menjadi cair yang terkadang disertai peningkatan frekuensi buang air besar. Penderita diare harus waspada jika terjadi perubahan bentuk dan peningkatan frekuensi hingga lebih dari tiga kali dalam sehari. Namun, meski frekuensi meningkat akan tetapi bentuknya normal, belum bisa dikatakan diare.

Walau kerap dianggap sepele, diare sebenarnya patut diwaspadai. Menurut data badan kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization) menyebutkan bahwa diare merupakan penyebab nomor satu kematian balita di seluruh dunia. Wikipedia menyebutkan, diare bertanggung jawab atas meninggalnya lebih dari 1,5 juta jiwa setiap tahunnya. Sementara itu, di Indonesia, diare merupakan penyebab kematian balita terbanyak kedua setelah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut).

Meski demikian, diare sebenarnya juga 'bermanfaat'. Diare merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh melalui feses yang menjadi cair. Bersama cairan tersebut, keluar jiga racun yang dihasilkan oleh kuman, virus, atau jamur. Jadi, diare berfungsi sebagai 'alarm alamiah' tubuh untuk memberitahu bahwa terdapat gangguan pada saluran pencernaan.