Lupus dan Kehamilan - Ada beberapa resiko tertentu terhadap bayi jika ibunya memiliki lupus selama masa kehamilan. Antara lain:

    Article Index

    Ada beberapa resiko tertentu terhadap bayi jika ibunya memiliki lupus selama masa kehamilan. Antara lain:

    - Bayi yang kecil. Bayi-bayi yang ibunya menderita lupus memiliki resiko yang lebih tinggi akan mengalami keterlambatan pertumbuhan atau yang disebut growth retardation/IUGR, yang artinya bahwa bayi yang terlahir jauh lebih kecil dari normalnya. IUGR terjadi pada sekitar 15% kehamilan lupus. IUGR bisa jadi lebih berkemungkinan besar terjadi jika ibu si bayi memiliki preeclampsia, antiphospholipid antibody atau diobati dengan streoid selama masa kehamilan.

    - Bayi penderita lupus. Pada kasus-kasus yang langka, bayi dapat terlahir dengan antibodi lupus yang melewati plasenta. Di 95% kasus-kasus ini, antibodinya adalah sebuah tipe yang disebut anti-Ro. Meskipun ibunya memiliki anti-Ro antibody, bayi yang menderita lupus terjadi hanya sekitar 1% dari kasus-kasus yang ada. Kebanyakan gejala-gejala bayi yang menderita lupus adalah ringan dan menghilang dalam beberapa bulan, tetapi ada satu komplikasi serius yang disebut congenital heart block. Pada kasus-kasus ini, bayi tidak memiliki irama jantung yang normal dan mungkin memerlukan sebuah pemacu jantung.


    © 2020 Mjokertocyber Media. All Rights Reserved.

    Please publish modules in offcanvas position.