Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Mewaspadai Kanker Tiroid

Penanganan Kanker Tiroid

Untuk mengatasi gangguan-gangguan tiroid, lebih baik bila dilakukan deteksi sedini mungkin. Meskipun hanya 25 hingga 50% dari penderita gangguan tiroid yang dapat sembuh total, sedangkan sisanya mengalami kekambuhan, tetapi bagaimanapun juga melakukan deteksi dini jauh lebih baik dan tentu saja dapat menyelamatkan penderitanya sendiri.

Ada beberapa jenis pengobatan yang disarankan yaitu melakukan pembedahan, penggunaan obat-obatan anti-tiroid, terapi yodium radioaktf, dan targeted therapy. Sementara itu, penanganan kanker tiroid bergantung pada jenis, besarnya massa tumor, penyebaran. Untuk itu diperlukan pemeriksaan yang tepat.

Ada dua standar pemeriksaan yang akan dilewati oleh penderita kanker tiroid yaitu anamnesa (keterangan riwayat penyakit) dimana penderita bisa menjelaskan semua keluhan yang dirasakan kepada dokter, sekaligus menceritakan apakah ada anggota keluarga yang pernah menderita kanker tiroid. Hal ini akan membantu dokter memberikan diagnosa yang tepat termasuk ganas tidaknya kanker yang menyerang. Selain itu, perlu dilakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan kecurigaan dokter. Pemeriksaan laboratorium bertujuan memeriksa fungsi tiroid (kemungkinan adanya hipotiroid dan hipertiroid) dan memastika tingkat keganasan kanker. Pemeriksaan USG diperlukan untuk mendapatkan gambaran anatomis yang lebih detil dari nodul. Sementara itu, pemeriksaan CTScan dan MRI hanya diperlukan untuk mengetahui adanya penyebaran atau penekanan pada sistem pernapasan.

Selain itu ada pemeriksaan penunjang yairu FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy), yang dianggap sebagai metode yang cukup efektif untuk membedakan antara nodul jinak dan ganas. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan menentukan metode pengobatan yang paling tepat. Pembedahan kelenjar tiroid (thyroidectomi) diperlukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh sel-sel kanker tiroid. Risiko yang mungkin terjadi adalah terjadinya kerusakan kelenjar tiroid yang dapat mengakibatkan menurunnya kadar kalsium darah dan kerusakan saraf pita suara.

Setelah pembedahan, Anda akan memerlukan terapi hormon tiroid. Terapi ini sangat penting dalam pengaturan keseimbangan energi. Tujuannya untuk memasok hormon tiroid yang hilang akibat pengangkatan kelenjar tiroid dan menekan produksi TSH. Selanjutnya, dilakukan terapi yodium radioaktif. Pada penderita kanker tiroid, terapi ini juga bertugas untuk membunuh sisa-sisa sel kanker yang tidak terangkat melalui pembedahan. Terapi ini juga dapat digunakan untuk mengatasi kanker tiroid berulang atau sel kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Oleh Ruth Hutagalung/Men's Health Indonesia