Imunitas Melemah, Radang Tenggorokan Menyerang

    Musim pancaroba menyebabkan sistem imun melemah hingga tubuh rentan terserang penyakit, salah satunya radang tenggorokan. Penyakit yang masih dianggap "ringan" ini ternyata mampu mempengaruhi organ sekitarnya.

    Ada beberapa gejala umum yang kerap dirasakan kala tenggorokan meradang. Diantaranya adalah susah menelan, suhu tubuh meningkat, batuk, susah napas dan hidung tersumbat. Keluhan-keluhan tersebut tentu saja akan mengganggu seseorang dalam beraktifitas.

     

    Penyebab Radang Tenggorokan

    • Penyebab dari radang tenggorongan bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau bisa juga karena imunitas, alergi serta infeksi. ketika radang tenggorokan disebabkan oleh virus, maka selang beberapa hari seiring dengan meningkatnya daya tahan tubuh, maka radang tersebut bisa hilang dengan sendirinya.
    • Virus yang masuk di dalam tubuh akan memengaruhi imunitas dalam tubuh. Itu sebabnya, ketahanan tubuh menjadi faktor penting untuk menangkal segala "benda" asing yang masuk ke dalam tubuh. Walaupun dipengaruhi daya tahan tubuh, pada umumnya virus akan mengalami masa inkubasi selama 5-7 hari. Sebaliknya, jika sistem imun memburuk hanya dalam waktu 1-5 hari, tubuh akan merasakan gejala-gejala tersebut.
    • Gangguan radang tenggorokan lebih sering disebabkan oleh virus dibandingkan bakteri. Namun, keduanya akan menimbulkan gejala yang sama, hanya radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri akan menyebabkan rasa nyeri di bagian tenggorokan. Streptococcus disebut sebagai yang sering mengancam.
    • Penyebab ketiga yang menyebabkan peradangan tenggorokan adalah alergi. Seorang penyandang alergi akan lebih berisiko mengalami gangguan tenggorokan. Zat yang menyebabkan alergi disebut alergen seperti musim hujan, ruangan ber-AC, debu, makanan dan minuman akan turut memicu keluhan.
    • Di dalam ruangan ber-AC, karena sirkulasi udara berputar-putar di sekitar ruangan saja. Begitu pula musim hujan seperti saat ini, mereka yang memiliki lergi cenderung lebih rentan terkena. Untuk itu, hal utama yang perlu diperhatikan adalah jangan mengabaikan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Pada mereka yang alergi terhadap makanan dan minuman tertentu akan menyebabkan iritasi pada tenggorokan. Makanan terlalu asam, terlalu panas atau dingin, makanan-makanan yang terlalu bergetah atau minuman dingin sebaiknya dihindari untuk mencegah iritasi berkelanjutan.
    • Sedangkan infeksi bersumber dari kesehatan dan kebersihan mulut dan gigi yang tidak terjaga dengan baik serta amandel. Ini karena tenggorokan merupakan bagian dari rongga mulut. Untuk itu, kita perlu menjaga kebersihan dan kesehatan mulut dan gigi selalu. Kurang menjaga kebersihan bagian mulut khususnya gigi dapat menyebabkan radang tenggorokan. Gigi yang busuk atau berlubang menjadi tempat berkumpulnya kuman penyakit. Kuman akan masuk ke dalam tenggorokan dan menyebabkan infeksi.

    Apabila "benda asing" masuk ke dalam tubuh dan tidak mendapat penanganan yang tepat, lama kelamaan lendir akan menumpuk dan mengalir ke darah dan merembet ke bagian tubuh yang lain seperti paru-paru, ginjal, jantung, dan radang telinga. Untuk itu, bila radang, segeralah diobati, salah satunya dengan antibiotik. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan antibiotik kehilangan kemampuannya.

    Pengobatan

    Dalam mengobati radang tenggorokan tidak selamanya diberikan antibiotik. Lebih baik jika diketahui penyebab utamanya, sehingga dapat ditangani lebih efektif agar tidak terjadi gangguan berulang. Jika radang tenggorokan diatasi, tapi sumber infeksi tidak diatasi akan sama saja. Bila penyebabnya adalah virus, tidak harus diatasi dengan antibiotik, cukup dengan meningkatkan daya tahan tubuh, makan akan berangsur-angsur membaik.

    Jika radang tenggorokan terjadi pada anak

    Radang tenggorokan bisa menyerang siapa saja, bahkan bayi berusia beberapa bulan sudah bisa terserang radang tenggorokan, tidak terkecuali bayi yang masih berusia satu bulan pun sudah bisa mengalami radang tenggorokan. Di sini ASI eksklusif sangat diperlukan dalam menjaga imunitas tubuh.

    Ketika anak memasuki usia sekolah, risiko akan semakin meningkat apalagi pada anak yang mengidap alergi. Selain itu, anak yang bermasalah dengan amandel akan semakin meningkat risikonya. Infeksi pada amandel dapat menyebabkan terjadinya radang tenggorokan. Dalam keadaan normal, amandel berfungsi sebagai bagian pertahanan tubuh pernapasan bagian atas.

    Amandel merupakan tempat yang "menyenangkan" bagi kuman dan menjadi tempat strategis masuknya udara dan makanan yang menjadi alergen bagi tubuh. Akibatnya, tenggorokan rentan mengalami radang. Untuk mewaspadainya, sebaiknya orangtua mengenali dan memperhatikan gejala pada anak. Bagi anak usia sekolah tentu akan memudahkan orangtua untuk menanganinya, berbeda dengan bayi yang akan kesulitan dalam menyampaikan keluhannya.

    Orangtua harus tanggap bila bayi mengalami kesulitan dalam menelan atau suhu tubuh naik. Jika amandel dianggap semakin mengganggu sebaiknya diangkat. Pada anak yang mengalami radang tenggorokan dapat diberikan obat panas, obat batuk, obat alergi serta vitamin. Jika di dalam hidung anak terasa ada lendir, sebaiknya dikeluarkan atau disedot agar tidak menjadi sarang penyakit. Karena lendir merupakan "feeding media" bagi kuman penyakit. Artinya, kuman penyakit dapat tumbuh dan berkembang biak di situ.

    Sumber: Koran Sindo



    © 2021 Mojokertocyber Media. All Rights Reserved.