Hubungan Gula dan Infeksi Jamur

    Article Index

    Wanita sering mengalami infeksi jamur pada daerah genitalnya. Sejumlah kecil jamur hidup dalam kulit dan dalam vagina sampai mengalami pertumbuhan setelah mengalami rangsangan, yang menyebabkan infeksi. Infeksi jamur relatif kurang berbahaya dan jarang melemahkan, tetapi jamur dapat mengiritasi lebih dari satu kali. Tanda-tanda petunjuk antara lain penebalan, putih, dadih seperti kotoran, peradangan, dan sakit selama buang air kecil dan atau hubungan suami istri. Ternyata perkembangan jamur ada kaitannya dengan gula. Apakah itu? Berikut adalah penjelasannya.

    Infeksi pada wanita tidak memandang usia, latar belakang, pekerjaan dan keadaan tertentu. Patogen-patogennya sudah ada di dalam tubuhnya. Kadangkala wanita tidak sadar telah menderita infeksi jamur. Bahkan dalam kondisi yang benar-benar sehat dan bebas dari macam-macam gejala, jamur jamur (Candida albicans) seringkali terdapat dalam vagina. Secara normal, sistem kekebalan tubuh dan lingkungan vagina yang sangat asam (pH 4) menahan masuknya kuman-kuman itu tetapi mereka tetap benar-benar tidak terlihat. Hanya jika keseimbangan pH membran selaput lendir vagina terganggu maka kondisi tersebut menguntungkan bagi jamur untuk berkembang biak dengan tidak terkontrol. Infeksi dapat terjadi dengan semua gejalanya yang tidak dikehendaki ini.


    Yang Dapat Meningkatkan Risiko Terkena Infeksi Jamur adalah :

    * Diabetes mellitus
    * Asupan nutrisi yang tidak seimbang
    * Penyakit menular lain
    * Konsumsi obat-obatan seperti antibiotik
    * Pakaian ketat berbahan sintetis yang tidak menyerap keringat.
    * Perubahan hormonal misalnya saat hamil atau menopause.
    * Dalam kondisi sedang hamil


    Kaitan Jamur dengan Gula

    Menurut Benson J. Horowitz, M.D., profesor ob/gyn di University of Connecticut, Farmington menyarankan jika Anda rentan terkena infeksi jamur, cobalah untuk mengurangi konsumsi makanan yang manis-manis, buah-buahan, sari buah, wine, soda dan susu. Mengapa? Karena jamur berkembang cepat pada gula. Daerah sekitar vagina yang hangat dan kurang udara berperan dan seperti tempat pembuatan bir mikro (micro brewery) yang mengubah kelebihan gula menjadi alkohol. Alkohol inilah yang menimbulkan rasa panas, gatal, dan iritasi infeksi jamur.

    Dalam penelitiannya menunjukkan bahwa kebanyakan penderita infeksi jamur, mempunyai kadar gula yang tinggi di dalam urine mereka. Lebih tinggi 1 grip dibanding konsumsi gula normal. Dan ketika dilakukan pengurangan konsumsi makanan yang manis-manis , maka 92% dari merekan yang diteliti bebas infeksi jamur selama setahun. Terbukti bahwa penderita diabetes meningkatkan risiko terkena infeksi jamur.


    Pencegahan

    Beberapa hal yang dilakukan agar terhindar dari infeksi jamur adalah :

    * Jangan memakai celana dalam yang terbuat dari serat sintetis, sebab celana tersebut menyebabkan lingkungan hangat yang tertahan dimana jamur dapat berkembang baik sekali
    * Sabun berparfum dan bahan kimiawi lain yang digunakan saat mandi dapat menyerang lapisan asam pelindung kulit yang bila hilang akan menjadi rentan terhadap infeksi jamur
    * Hindari juga spray dan panty liner dan pembalut wanita yang diberi wewangian
    * Makanlah makanan sehat dan hindari terlalu banyak karbohidrat
    * Menahan diri dari aktivitas hubungan suami istri ketika sedang diagnosa infeksi jamur; hubungan suami istri akan meningkatkan infeksi

    Sumber : Diolah dari berbagai sumber

     


    © 2020 Mjokertocyber Media. All Rights Reserved.

    Please publish modules in offcanvas position.