Gondongan

Apakah Anda di masa kecil pernah menderita penyakit Gondong atau biasa juga orang menyebutnya gondongan? Saya ingat betul ketika masih kecil kira-kira umur 9 tahun pernah menderita penyakit yang oleh saudara saya disebut seperti ET (makhluk luar angkasa yang ada di film 'ET'). Yah, dengan muka bengkak pada daerah di bawah pipi, rasanya sungguh tidak enak, sudah sakit lihat muka seperti itu juga malu. Nah, bagi anak yang memiliki putera dan puteri yang menderita penyakit ini, mungkin artikel ini dapat sedikit membantu Anda. Di sini Anda akan mengetahui penyakit gondong itu sebenarnya disebabkan oleh apa, bagaimana gejalanya dan bagaimana menanganinya? Berikut penjelasannya.

Gondongan adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus yang menyerang kelenjar ludah. Virus ini bisa menyerang kelenjar-kelenjar ludah yang terletak di bawah lidah, dibawah rahang bawah dan di bawah telinga (kelenjar parotis), tetapi juga bisa menyerang dua kelenjar ludah.


Penularan

Gejala utama gangguan ini adalah peradangan dan pembengkakan pada kelenjar-kelenjar ludah. Sayangnya, peradangan dan pembengkakan pada kelenjar ludah yang terletak dibawah lidah dan di bawah rahang bawah sering tidak dapat dilihat. Yang biasanya terlihat adalah peradangan dan pembengkakan pada kelenjar parotis yang terletak di bawah telinga. Umumnya yang terserang penyakit ini adalah anak -anak berusia 5-10 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Bila tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang cukup berat.

Sama dengan penyakit lain yang disebabkan oleh virus, gondongan merupakan penyakit menular. Penyebarannya melalui percikan ludah saat berbicara, memakai peralatan makan, peralatan mandi atau saputangan penderita. Karena itulah, anak-anak sering sekali tertular.

Penyakit ini juga dapat menyerang organ tubuh yang lain seperti sistem saraf. Yang biasa dijumpai pada anak adalah meningoensefalitis (radang selaput otak dan radang otak). Radang yang terjadi 3-10 hari setelah kelenjar parotis membesar ini ditandai dengan gejala sakit kepala, panas, mual, muntah, gangguan saraf dan kadang-kadang disertai kejang. Organ lain yang bisa terserang adalah pankreas, otak, alat reproduksi dan sebagainya.


Komplikasi

Meskipun begitu, komplikasi yang paling ditakuti adalah infeksi virus pada testis (orkitis). Komplikasi ini terjadi bila gondongan menyerang anak laki-laki usia akil balik. Gangguan pada testis tersebut dapat mengurangi fertilitas atau menyebabkan kemandulan pada anak di kemudian hari. Namun demikian, kasus ini sangat jarang terjadi.


Gejala dan Masa inkubasi

Masa inkubasi atau masuknya virus ke dalam tubuh hingga timbulnya gejala penyakit gangguan ini antara 16-18 hari. Setelah itu muncullah gajala-gajala penyakit, seperti demam (37,5-38 derajat C), sakit kepala, muntah, hilang nafsu makan dan nyeri otot selama sekitar 1-2 hari.

Gejala yang khas adalah rasa nyeri dan bengkak pada salah satu atau kedua sisi di bawah telinga (kelenjar parotis). Pembengkakan kelenjar dapat terjadi sangat cepat, tetapi biasanya akan mencapai ukuran terbesar dalam waktu 1-3 hari. Seringkali satu kelenjar parotis membengkak lebih dulu, lalu diikuti kelenjar parotis lainnya beberapa hari kemudian. Tetapi, bisa juga kedua kelenjar parotis membengkak bersama-sama. Dalam 24 jam pertama biasanya anak mengeluh sakit pada daerah sekitar telinga, dan sakitnya akan bertambah bila mengunyah. Oleh karena itu, biasanya anak mengeluh sakit bila makan. Bila pembengkakan leher cukup hebat, kulit pada daerah parotis yang membengkak akan berwarna kemerahan dan terasa nyeri saat ditekan. Kelenjar yang membengkak itu akan mengecil secara bertahap selama 3-7 hari.


Penanganan

Bila anak dinyatakan menderita gondongan, sebaiknya diisolasi dan diistirahatkan, terutama selama ia menderita panas dan kelenjarnya membengkak. Oleh karena itu, sebaiknya penderita di rumah saja selama minggu pertama. Selain tidur, peralatan makan anak juga perlu diperhatikan. Hindari makanan yang merangsang keluarnya air liur, seperti makanan yang asam, sarat bumbu dan pedas. Mengompres leher yang bengkak dengan air panas dapat dilakukan untuk mengurangi rasa sakit. Penanganan secara tradisional seperti mengompres daerah yang bengkak dengan menggunakan blau (zat pewarna biru untuk mencuci pakaian) tidak dianjurkan karena zat ini bersifat panas dan dapat merusak kulit.

Mengingat gangguan ini disebabkan oleh virus, belum ada obat untuk mengobati penyakit ini. Kalaupun dokter memberi obat, yang diobati adalah gejalanya saja. Misalnya obat penurun panas untuk menurunkan suhu badan yang naik dan obat penghilang nyeri. Demikian seterusnya hingga lama kelamaan penderita akan sembuh dengan sendirinya. Meskipun begitu, bila penyakit ini terlambat ditangani, berbagai komplikasi bisa muncul.


Imunisasi

Sejak lahir anak mendapat kekebalandari ibunya. Kekebalan gondongan hanya mampu bertahan selama 12-15 bulan saja. Itu pun bila si ibu pernah menderita gondongan atau pernah diimunisasi. Itulah sebabnya, anak harus mempunyai kekebalan tubuh sendiri, yaitu diberi vaksin virus mumps yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan bersama-sama dengan vaksin lain, yaitu campak atau measles dan rubella atau campak Jerman, yang dapat memberi kekebalan seumur hidup. Vaksin ini biasa diberikan pada anak berusia 15 bulan, bila pada usia 9 bulan ia sudah mendapat vaksin campak.

Sumber: Majalah AyahBunda