Gastroesophageal Reflux Disease ( GERD ) Penyakit Seribu Sensasi

    Akhir-akhir ini banyak masyarakat mengeluhkan penyakit yang biang nya berasal dari lambung. Penyakit yang sensasi nya hampir terasa pada seluruh badan. Gejala penyakit lambung seperti ini tidak hanya dirasakan oleh orang tua bahkan mereka yang masih muda banyak terkena penyakit ini. Penyakit tersebut dikenal dengan istilah Gastroesophageal Reflux Disease ( GERD ). Seseorang yang menderita sakit GERD, akan merasakan penyakit “seribu sensasi”

    Betapa tidak, orang yang terkena penyakit ini dijamin dia akan bingung penyakit apa yang terjadi pada dirinya. Bahkan tidak jarang diantara mereka menganggap penyakit ini adalah mistis misalnya kena guna-guna dan bukan penyakit biasa. Menurut pengalaman dari penderita di beberapa grup di internet, banyak penderita merasakan sakit ini dengan berbagai sensasi yang dirasakan pada sakit GERD ini. Adapun sensasi yang dirasakan para penderita GERD adalah :

     

    Ciri-ciri penyakit GERD

    • Jantung berdebar di dada, nafas pendek dan sesak nafas.
    • Sensasi di dada sebelah kiri terasa nyeri seperti terbakar ( heart burn ) hingga menusuk ke belakang (punggung). Sehingga penderita menyangka terserang penyakit jantung padahal dada nyeri karena asam lambung.,
    • Batuk berdahak lama tidak sembuh, suara parau, nafas berbunyi, tenggorokan berat dan serak, kerongkongan iritasi, mulut terasa asam.
    • Betis bagian bawah terasa nyeri.
    • Kaki dan tangan kram dan bahkan ada yang merasakan sensasi kram pada bagian perut dan pinggang.
    • Rasa ingin mengeluarkan lendir atau dahak, ketika lendir sudah keluar, nafas terasa lega.
    • Kalau kumat, kepala juga bereaksi, terasa keliyengan, berat, dan menimbulkan efek panik.
    • Mual Ingin muntah tetapi tidak muntah.
    • Tidak bisa mengangkat beban terlalu berat, mudah capek dan berkeringat dingin, bahkan ketika makan pun berkeringat, khususnya bagian kepala dan tangan juga dada.
    • Telapak kaki dan tangan kadang panas dan kadang dingin.
    • Tidak bisa makan terlalu banyak, perut sudah terasa penuh, ketika makan melebihi porsi itu, nafas terasa sesak. Akibatnya berat badan menurun drastis.
    • Bentuk feses tidak normal, kadang-kadang cair, kadang-kadang berwarna hitam seperti gumpalan berwarna mirip darah dalam feses.
    • Saat makan-makanan yang pedas dan berlemak, atau makan gorengan perut terasa nyeri sehingga penderita takut meneruskan makanannya. Akibatnya kalaupun makan hanya sedikit cenderung hanya memilih makanan tertentu saja yang dianggap aman.
    • Pikiran mulai panic, takut mati dan akhirnya semakin banyak berpikir negatif. Sering terkejut apabila ada suara-suara yang tiba-tiba muncul di sekitarnya meskipun tidak keras.
    • Mulai banyak berdiam diri di rumah, takut keluar karena menghindari resiko yang tidak diinginkan, inilah faktor spikologis turut memperparah penderita penyakit GERD ini.

     

    Hubungan Lambung dan Otak Pada Penderita Sakit Lambung

    Menurut Dr Andri,SpKJ,FAPM, Psikiater Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera, Ada jenis gangguan lambung yang disebut dispepsia Fungsional yaitu suatu kondisi gangguan lambung yang ditandai dengan adanya keluhan nyeri lambung yang biasanya dirasakan sesudah makan. Keluhan nyeri, mual, ingin muntah, penuh, kadang diare dan kembung adalah keluhan yang paling sering dikeluhkan pasien. Pemeriksaan klinis dan bahkan endoskopi ternyata tidak menemukan kelainan yang berarti.

    Pasien dengan kondisi seperti ini umunya hanya diberikan obat-obat simptomatik untuk mengurangi gejalanya seperti obat golongan PPI (Omeperazole, Lanzoprazole dkk), prokinetik seperti Domperidone dan terkadang anti asam lambung lokal seperti antasida. Sayangnya keluhannya hanya berkurang sementara selama makan obat dan sering kali berulang jika tidak makan obat. Lambung dan Otak Pasien dengan keluhan lambung sering kali mengalami kebingungan kalau gejalanya tidak kunjung sembuh padahal sudah melakukan pengobatan. Kondisi gangguan kejiwaan adalah hal yang sering terkait dengan masalah ini. Namun di luar daripada itu, sebenarnya masalah lambung memang tidak bisa dilepaskan dari otak.

    Pakar obat psikiatrik dan ahli neurosains terkenal dari Amerika Serikat, Stephen Stahl,MD,PhD munuliskan di Journal of Clinical Psychiatry, ia mengatakan bahwa suatu opini dalam bentuk anekdot antara seorang psikiater dan dokter gastroenterologi : "Psychiatrist to gastroenterologist: "Isn't it surprising how many brain neurotransmitters are also in the gut?" Gastroenterologist to psychiatrist: "Not at all, but it sure is interesting how many gut neurotransmitters are in the brain." Hal tersebut di atas mengisyaratkan adanya hubungan yang erat antara lambung dan otak. Para ahli mengetahui bahwa beberapa neurotransmitter di otak yang berkaitan dengan perasaan dan perilaku seperti dopamin, serotonin dan norepinephrine juga terdapat di lambung, bahkan 90 persen serotonin ditemukan di lambung.

    Kondisi ini tentunya akan sangat berkaitan dengan bagaimana peran dalam pengobatan gangguan lambung yang sangat berhubungan dengan kestabilan sistem otak dalam hal ini adalah kondisi kesehatan jiwanya. Integrasi Karena hubungan yang erat inilah tidak heran dalam sehari saya sering mendapatkan pasien-pasien yang mengeluh gangguan lambung dan telah berkeliling dokter ahli gastroenterologis namun tidak mendapatkan perbaikan dari penyakitnya. Gejala lambung yang tidak kunjung membaik sedangkan hasil obyektifnya baik membuat pasien menjadi berfikir yang aneh-aneh, curiga apakah hal ini berkaitan dengan keluhan yang dikenal awam sebagai Psikosomatik.

    Bicara tentang Psikosomatik tentunya tidak bisa dilepaskan dari suatu kondisi di Otak, dan ini sangat berkaitan dengan bidang keilmuan psikiatri khususnya dalam bidang Psikosomatik Medis. Terapi pada pasien gangguan lambung psikosomatik seperti misalnya pada dispepsia fungsional akan sangat berhubungan dengan bagaimana menstabilkan kondisi otaknya yang di atas dan "otak kecilnya" di lambung yang dikenal dengan sistem saraf enteric (enterci nervous system).

    Penggunaan obat-obat psikotropik dan antidepresan akan bisa sangat membantu perbaikan pasien. Tentunya harus tepat dan sesuai dengan petunjuk dokter yang ahli dalam hal ini adalah psikiater. Semoga apa yang dituliskan ini bisa membantu lebih memahami masalah gangguan lambung yang sering terjadi tanpa sebab obyektif yang ada. Mungkin saja anda mengalami Dispepsia Fungsional.

    10 Gejala Psikomatik Tersering pada Pasien Depresi dan Cemas

    Setelah dilakukan survey kepada sekitar 1433 orang pasien, usia antara 21 s/d 30 tahun ditemukan hal-hal sebagai berikut :

    1. Jantung berdebar-debar
    2. Perasaan tidak nyaman atau nyeri di lambung
    3. Kelelahan atau merasa kurang tenaga.
    4. Nyeri dan rasa tegang di leher dan bahu
    5. Sering merasa pusing dan sempoyongan.
    6. Kelelahan meskipun tidak sedang bekerja.
    7. Kembang atau merasa banyak gas di lambung.
    8. rasa nyedi di dada atau dis ekitar jantung.
    9. Rasa gemetar dan bergoyang
    10. Ada suara berdengung di telinga atau kepala.

     

     

     

     



    © 2021 Mojokertocyber Media. All Rights Reserved.