Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Strategi Mencegah Kanker

Kanker merupakan penyakit yang paling di takuti. Karena bila kita mendengar penyakit kanker maka yang ada di bayangan kita adalah penyakit yang mematikan yang dapat merenggut hidup kita. Ada beberapa penyakit kanker yang tidak dapat disembuhkan karena sudah terdeteksi di stadium lanjut, tetapi bila ditemukan dalam stadium awal akan ada kemungkinan untuk disembuhkan. Tetapi yang lebih baik lagi jika kita menemukan cara agar dapat terhindar dari penyakit kanker. Nah, berikut ini adalah strategi untuk mencegah kanker.

 

Hindari minuman panas

Para periset di Aberdeen University menemukan, minum minuman panas dapat meningkatkan risiko kanker yang paling umum, kanker kerongkongan. Para ahli menyebutkan, terus menerus minum minuman panas seperti kopi, dapat melukai jaringan oesophagus atau jalur makanan secara berulang-ulang.

 

 

Makan pisang

Menurut studi Karolinska Institute Swedia, terhadap 61 ribu perempuan, orang-orang yang makan pisang 4 atau 6 kali seminggu, risiko kanker ginjal turun sampai separuhnya dibanding orang-orang yang tidak makan. Para periset menyebutkan, pisang kaya antioksidan yang disebut phenolics. Selain itu, menurunkan risiko kanker ginjal juga dapat mengkombinasikan dengan makan sayuran akar seperti wortel atau bit.

 

Makan makanan berbumbu kunyit

Riset di Amerika menemukan kunyit dapat membantu mencegah penyebaran sel-sel kanker payudara. Kandungan ajaib yang mendatangkan khasiat ini adalah curcumin. Menurut para periset, curcumin bersama dengan phenethyl isothiocyanate (PEITC), sejenis senyawa yang secara alamiah terdapat dalam selada air, kol, brokoli, kubis brussels, kale, kembang kol, kohlrabi, dapat membantu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker prostat. Sajikan secara teratur hidangan yang menggunakan bumbu kunyit kepada keluarga Anda.

 

Olahraga

Latihan fisik sedang 30 menit sehari paling sedikit 5 hari seminggu, termasuk salah satu taktik penting mencegah kanker. Dalam sebuah studi di Skotlandia, olahraga menurunkan risiko kanker kolon sampai separuhnya. Sebuah studi menyebutkan perempuan yang berolahraga secara teratur dapat menurunkan risiko kanker sampai sepertiganya. Hal ini disebabkan olahraga dapat mengubah kadar hormon yang berhubungan dengan kanker tertentu. Dalam kasus kanker kolon, olahraga atau aktivitas fisik juga dapat mengubah kecepatan makanan bergerak di dalam usus.

 

Turunkan berat badan

Kelebihan berat badan atau obese meningkatkan risiko kanker perut, kanker ginjal, kanker kandung kemih, kanker oesophagus, kanker ovarium, kanker rahim dan kanker payudara sesudah menopouse.

 

Kurangi konsumsi daging

Daging merah seperti daging sapi, babi, kambing, dan daging olahan, dapat meningkatkan risiko kanker perut. Sebuah studi di Inggris menemukan, pada orang-orang yang makan 80 gram daging setiap hari, risiko kanker perut meningkat 3 kali dibanding orang yang hanya makan daging 20 gram sehari. Daging merah mengandung pigmen merah yang dapat menstimulir produksi senyawa N-nitroso atau NOCs yang diketahui dapat menyebabkan kanker pada hewan. Daging olahan mengandung zat kimia yang disebut nitrite, yang lalu diubah menjadi NOCs.

 

Perbanyak makan sayur

Brokoli, kembang kol, kol, kubis brussels, kaya senyawa antikanker yang disebut sulforaphane yang bekerja dengan meningkatkan enzim di dalam liver yang menghancurkan zat-zat kimia penyebab kanker. Menurut para periset University of Illinois, cara memasak terbaik untuk mendapatkan khasiat terbaik adalah dengan cara dikukus. Sulforaphane dimaksimalkan ketika dipanaskan selama 10 menit pada 60oC. Untuk mempertahankan suhu ini kukus brokoli selama 4 menit sampai agak empuk.

 

Dapatkan lycopene

Senyawa antioksidan tumbuhan ini terdapat di dalam tomat, semangka, dan jeruk. Lycopene menunjukkan dapat mencegah beberapa jenis kanker. Pemanasan membuat lycopene lebih mudah diserap tubuh. Karena itu, pria yang banyak makan saus tomat mempunyai kasus kanker prostat lebih rendah. Riset di Amerika menemukan saus tomat organik lebih baik dibanding yang biasa. Anjuran lainnya pilih saus tomat yang warnanya paling merah.

 

Perhatikan buang air besar

Memperhatikan kebiasaan buang air besar dapat membantu mengenali tanda-tanda kanker ketiga ter-umum pada wanita sesudah kanker paru dan  kanker payudara yaitu kanker kolon. Jika terdeteksi pada tahap awal. kemungkinan sembuh 90%. Orang diatas 50 tahun, yang mendadak mengalami perubahan kebiasaan buang air besar selama 4 sampai 6 minggu, kotoran mengandung darah dan sakit perut harus segera periksa ke dokter.