Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Kita pasti mengetahui bahwa puasa itu merupakan ibadah yang harus dilaksanakan jika itu merupakan puasa Ramadhan karena hukumnya wajib, dan boleh kita lakukan jika itu merupakan puasa sunnah. Hanya saja, kita kadang kurang mengetahui manfaat apa yang terkandung ketika kita melakukan puasa, terutama untuk kesehatan tubuh kita. Oleh karenanya, kadang kita melakukan puasa seperti hanya untuk menggugurkan kewajiban tanpa mengingat esensi dari puasa itu sendiri. Sehingga di saat puasa, kita hanya berganti waktu makan saja, yaitu waktu sahur dan buka. Dan sebagai pelampiasan dari rasa lapar setelah sepanjang hari berpuasa, semua makanan seperti enak bila dimasukkan ke dalam perut tanpa mengingat kembali efek yang ditimbulkan setelah menyantap bermacam makanan. 

 

Nah, berikut ini akan kami berikan beberapa manfaat puasa terutama bagi kesehatan tubuh kita.

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

 

  1. Membuang Racun Dalam Tubuh. Tidak dapat dipungkiri bahwa gaya hidup pada zaman seperti sekarang ini cenderung lebih mengedepankan segala sesuatu yang bersifat instan, termasuk dalam hal makanan. Dan faktanya, makanan yang bersifat saji ini banyak mengandung zat kimia yang bisa menjadi racun serta berbahaya bagi tubuh. Ternyata aktivitas puasa mampu menghilangkan racun yang sebagian besar tersimpan dalam lemak tubuh. Pada saat puasa lemak akan dibakar, dan terjadilah proses detoksifikasi atau pembuangan racun dalam tubuh.

  2. Puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin walau tanpa atau disertai adanya penurunan berat badan

  3. Puasa meregenerasi sistem immun kita. Saat berpuasa tubuh yang kekurangan energi akan memecah sel immun yang tua dan rusak, dan saat kita kembali makan, tubuh akan mengaktifkan stem cell untuk membentuk sel immun baru yang sehat. Berbeda dengan Starvasi atau kelaparan yang dalam keadaan tertentu dapat mengganggu kesehatan tubuh, puasa justru sebaliknya. Ketika berpuasa maka terjadi peningkatan Limfosit dalam tubuh, yang mampu memberikan pengaruh sangat baik terhadap sistem kekebalan tubuh. Sehingga imunitas tubuh menjadi lebih kuat dan tidak mudah terserang virus dan penyakit.

  4. Puasa sendiri membunuh kanker, dan meningkatkan efektivitas terapi anti kanker. Saat kekurangan nutrisi dalam darah, sel normal tubuh kita merespon dengan menurunkan laju metabolisme dan memasuki kondisi dorman, sedangkan sel kanker terus berusaha mencari nutrisi untuk terus tumbuh dan membelah dengan mengaktifkan jalur metabolisme lain. Langkah ini justru menghasilkan radikal bebas dalam sel kanker yang merusak DNA-nya sendiri dan membunuhnya.

  5. Puasa membersihkan saluran cerna dari bakteri merugikan. Lewat peningkatan produksi Immunoglobulin A (Ig A) dan peningkatan fagositosis di saluran cerna. 

    Selama berpuasa, maka organ-organ pencernaan akan beristirahat. Namun fungsi fisiologis pencernaan tetap berjalan normal, terutama produksi sekresi pencernaan. Sehingga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan membersihkan tubuh dari sisa-sisa atau endapan makanan. Pengolahan makanan dalam sistem pencernaan juga relatif tetap stabil, pelepasan energi juga mengikuti pola yang bertahap.

    Puasa juga akan membuat sistem pencernaan memperoleh waktu untuk merevitalisasi dan meningkatkan fungsinya. Namun untuk diperhatikan, aktivitas puasa tidak menghentikan produksi asam lambung. Sehingga bagi penderita maag terutama yang sudah akut, disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan ahlinya sebelum memilih berpuasa.

  6. Puasa menekan jumlah kerusakan akibat serangan jantung dan meningkatkan survival setelahnya lewat efek pro-angiogenic (revaskularisasi), anti-apoptotic dan anti-remodelling. 

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada saat berpuasa, terjadi peningkatan HDL (High Density Lipoprotein) dan apoprotein alfa 1, serta penurunan LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang sering disebut koleterol jahat. Yang mana proses tersebut baik untuk jantung dan pembuluh darah.

    Tingginya kadar LDL akan berbahaya bagi jantung, dikarenakan hal tersebut berpotensi penumpukan di dinding pembuluh nadi koroner, yang akan menyebabkan penyempitan dan penyumbatan aliran darah (arteriosclerosis). Akibatnya jantung akan kesulitan memompa darah. Namun aktivitas puasa mampu menurunkan LDL pada tubuh.

  7. Puasa menghambat penurunan fungsi otak karena penuaan dengan memodifikasi metabolisme energi dan radikal oksigen yang hasilnya menghambat kerusakan selotak karena faktor genetik dan eksternal. 

    Aktivitas puasa juga mampu meningkatkan neurotropik yang dapat membantu tubuh untuk memproduksi lebih banyak sel-sel otak, sehingga dapat meningkatkan fungsi otak. Juga kaitannya otak dengan pikiran, puasa yang mampu membuat pikiran menjadi lebih tenang dan melambat, ternyata justru mampu membuat pikiran menjadi lebih tajam.

    Dalam penelitiannya, Mark Mattson, Ph.D ilmuwan bidang neurologi yang juga seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging menunjukkan bahwa secara signifikan puasa bisa melindungi otak dari penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson.

  8. Puasa menghambat serangan epilepsi. Diduga mekanismenya lewat efek neuroprotektif yang diperantai BDNF (Brain-Derived Neurothropic Factor)

  9. Puasa adalah salah satu terapi rheumatoid arthritis yang efektif. Mekanismenya lewat penurunan produksi cytotaxin, enzim dan leucotrien dari neutrofil, serta perubahan komposisi asam lemak dan fosfolipid membran

  10. Puasa menghambat perburukan diabetic nepropathy type 1 (Perusakan ginjal pada diabetes). Dengan mengubah ekspresi Sir2 dan p53 yang hasilnya memperbaiki profil Blood Urea Nitrogen (BUN), Creatinin, Albumin, dan HDL. Pengurangan konsumsi air selama puasa, ternyata sangat efektif untuk meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal, juga meningkatkan kekuatan osmosis urin mencapai 12.000 ml osmosis/kg air. Hal ini sangat baik bagi kinerja dan fungsi ginjal. Selain itu, pengurangan konsumsi air juga dapat meminimalkan volume air dalam darah, sehingga mampu memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang akhirnya akan memacu fungi dan kerja sel darah merah.

  11. Menurunkan Hipertensi

    Puasa juga menjadi salah satu metode untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Suasana spiritual yang tenang dan jauh dari amarah membuat adrenalin menurun dan menjadikan hormon lebih stabil. Hal ini mampu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.

  12. Puasa membantu menekan reaksi alergi

  13. Meningkatkan Hormon Seksual

    Dalam sebuah penelitian, dikatakan bahwa terdapat hubungan antara puasa dengan hormone dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati terjadinya penurunan kadar hormon kejantanan (testoteron_, perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH) pada awal minggu pertama puasa. Namun dalam jangka panjang setelahnya, hormon testoteron dan performa seksual justru meningkat pesat melebihi sebelumnya.

  14. Olahraga beban saat puasa lebih cepat membentuk massa otot dan membakar lemak. Saat puasa produksi Growth Hormone (GH) meningkat sampai 1300% pada wanita dan 2000% pada pria

  15. Puasa akan menghambat penuaan. Tetapi efeknya akan menurun bila saat puasa kita juga mengkonsumsi suplemen anti-oksidan

  16. Puasa dan olahraga akan meningkatkan kemampuan otak kita. Lewat peningkatan produksi brain-derived neurotropic factor (BDNF) yang akan menghasilkan jumlah mitokondria (pabrik penghasil tenaga) dan perbaikan DNA pada neuron (sel syaraf)

  17. Tidur lebih dari 8 jam sehari akan meningkatkan risiko terkena stroke sebesar 45%. Tidur kurang dari 6 jam sehari akan meningkatkan risiko terkena stroke sebesar 19%. Maka sebaiknya jangan tidur terus saat berpuasa, usahakan jumlah tidur kita 6-7 jam sehari. 

  18. Setelah sahur tunggulah minimal 1 jam baru tidur lagi. Anda akan menurunkan risiko terkena stroke sebesar 60% dan tiap Anda menambah 20 menit menunggu, risikonya akan menurun 10% lagi.

 

Diolah dari berbagai sumber