Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Pola Makan Alami

Seringkali kita makan hanya untuk memenuhi nafsu lapar saja. Tanpa menimbang apakah makanan yang kita masukkan dalam tubuh kita benar-benar aman dan sehat untuk tubuh kita apa tidak. Alhasil yang terjadi adalah tubuh kita seperti tempat menampung berbagai macam makanan yang kita sendiri tidak menyadarinya, bisa jadi makanan yang kita makan adalah racun yang merusak tubuh kita. Agar makanan yang kita masukkan ke dalam tubuh bisa memberikan manfaat sekaligus menyehatkan tubuh kita, alangkah lebih baik jika kita mulai mengubah pola makan yang baik, salah satunya dengan menjalankan pola makan yang alami.

Pola makan alami adalah pola makan yang sesuai dengan kerja alami tubuh manusia dalam mengolah makanan (saat proses pencernaan ,saat penyerapan sari makanan dan saat pembuangan sisa-sisa makanan, racun /toksin tubuh, atau makanan yang tidak tercerna.) sehingga zat gizi dan non gizi yang bermanfaat bisa diserap seefektif mungkin dan zat sisa/ toksin bisa dibuang sebersih mungkin.

Pola makan alami ini dapat dikatakan  "AMAN UNTUK SIAPA SAJA", karena disesuaikan dengan kerja alami setiap manusia sehingga bisa diterapkan untuk seluruh daur kehidupan mulai dari
- anak-anak
- remaja
- dewasa
- manula
- ibu hamil
- ibu menyusui

Hasil yang kita peroleh ketika menggunakan pola makan alami adalah:
- Tubuh menjadi sehat dan bugar (tidak mudah lelah, lemes, atau mengantuk).
- system imun meningkat sehingga tidak mudah sakit (pusing, masuk angin,flu, batuk, dan sebagainya)
- Berat Badan (BB) menjadi ideal sesuai set poin masing-masing individu (kurus bertambah BBnya,
Gemuk berkurang BBnya).
- Kulit menjadi halus
- Awet muda
- Dalam kondisi sakit, bisa membantu proses penyembuhan, bahkan terbukti bisa menyembuhkan tumor/kanker, batu empedu, maag, dll. Penyembuhan tersebut terjadi karena adanya zat-zat aktif dalam makanan yang bisa diserap oleh tubuh. Itu sebabnya, Prof. Dr. Husein Al Bajry mengatakan bahwa tubuh kita adalah dokter yang terbaik.

5 PRINSIP POLA MAKAN ALAMI

1. Makan makanan yang sesuai dengan fase metabolisme, agar nutrisi terserap sempurna (tidak banyak yang terbuang)

a. Fase pembuangan : 04.00 – 12.00 :

Makan makanan yang mudah dicerna, seperti buah, yoghurt, telur, sayur.
Nasi, roti, daging, susu adalah jenis makanan yang sulit dicerna sehingga energi yang seharusnya digunakan untuk proses pembuangan banyak terfokus pada proses pencernaan. Akibatnya, proses pembuangan racun tidak maksimal. Disamping itu tubuh justru akan menjadi lemas dan loyo karena terjadi pemborosan energi. Sebaliknya, dengan makan makanan yang mudah dicerna tubuh akan menjadi lebih bugar. Untuk kegiatan energi lebih banyak tersedia (kalori diperoleh dari karbohidrat dan gula alami yang terkandung dalam buah-buahan). Zat gizi dan mineral pun tersedia lengkap untuk berbagai proses dalam tubuh.

Agar terjadi proses pembuangan toksin akibat terdapatnya sisa metabolisme dan bahan kimia (bahan pengawet, pewarna, perasa, micin, aroma, dll), dan polusi udara, yg efektif dan sempurna ...usahakan terjadi proses pembuangan sebaik mungkin.

b. Fase pencernaan : 12.00 - 20.00

Pada fase ini, terjadi proses pengolahan makanan, mulai dari mulut, lambung, hingga usus besar. Sehingga jenis makanan yg sulit dicerna bisa dimakan pada jam-jam ini. Namun untuk mengefektifkan proses tersebut usahakan pilihan makanan dengan kombinasi serasi.

c. Fase penyerapan : 20.00 – 04.00

Jangan makan makanan berat pada jam-jam tersebut karena hanya nikmat di mulut tetapi tidak bermanfaat bagi tubuh. Makanan yg dimakan pada jam-jam tersebut tidak bisa dicerna dengan baik namun justru akan memperbanyak zat sisa yang mengganggu kesehatan. Proses penyerapan dan perbaikan sel yg seharusnya terjadi pun tidak dapat optimal. Misalnya : nasi goreng, mie goreng, kue-kue manis, roti, dll.

2. Makan makanan pembentuk asam basa dengan seimbang agar pH darah/sel tubuh netral

Pembentuk asam : protein hewani, lemak, pati(kh);
Pembentuk basa : buah dan sayuran.
Badan sehat bila ph tubuh 7,35 – 7, 45 (tidak mudah flu, migraine, pusing, sariawan,dll)

3. Makan makanan yang kombinasinya serasi

Makanan sumber pati tidak boleh dicampur dengan sumber protein hewani, karena adanya perbedaan waktu cerna yang diperlukan, perbedaan jenis enzim, dan perbedaan suasana asam basa demi efektifitas kegiatan metabolisme dan penyerapan nutrisi.
Misalnya nasi dengan daging, kentang dangan ayam, dan sebagainya. Sebaiknya, karbohidrat berkolaborasi dengan sayur saja. Demikian juga, biarkan protein / lemak hewani berkombinasi dengan sayuran.

4. Makanan harus alami

Yaitu bukan makanan instant atau olahan seperti daging asap, sosis, kalengan, dll. Juga bukan makanan sintesis, misalnya cuka, pemanis buatan, atau makanan yang mengandung bahan tambahan seperti pengawet, penambah rasa, aroma, pengental, pewarna, dll..

5. Konsumsi sayuran mentah setiap hari

Bisa dalam bentuk lalapan, salad, karedok, trancam, atau bahkan sebagai jus. Karena sayuran mentah kaya akan enzim yang membantu proses pencernaan, sehingga kerja organ pencernaan tidak berat. Sayuran juga kaya fitonutrien yang berfungsi sebagai antioksidan, antikanker, dll yang berperan untuk kesehatan organ. Enzim dan fitonutrien tersebut akan rusak dalam proses pemasakan (setelah 40 oC).

Garis besar menerapkan pola makan alami:

Bangun tidur:
air masak suam + air jeruk lemon/nipis (1-2 sdm air jeruk lemon untuk setiap gelas 250 ml air)
Air jeruk nipis/ lemon bermanfaat menguatkan hati untuk membuang toksin.

Sarapan pagi:
buah segar [buah potong + jus buah atau buah potong saja atau jus buah saja atau smoothie (buah yang diblender) atau lassi (buah dg campuran low-fat plain yoghurt) ]

Kudapan pagi
hingga 30 menit sebelum makan siang:
sama dengan menu sarapan pagi, dikonsumsi setiap kali merasa lapar

Makan siang:
menu protein (hewani):[daging atau ayam atau ikan] + sayuran (porsi sayuran 3x porsi hewani). Plus jus sayuran (ingat : karena menu hewani berarti makan tanpa nasi).

Kudapan sore (pilihan):
* buah: buah potong atau jus buah
* salad sayuran dengan saus extra virgin olive oil (vinaigrette)
plus teh herba [seduhan sere+ madu atau seduhan daun mint atau lain-lain]

Makan malam:
menu karbo/vegetarian: nasi beras merah (sebaiknya)+ lauk nabati+sayuran. Plus jus sayuran (Ingat : karena menu karbo maka tanpa lauk hewani).

Persyaratan dasar :
1. Makanan harus alami & fresh - hindari/batasi makanan & bumbu awetan/kalengan/instan, termasuk pemakaian food additives sintetis (zat pewarna, zat pengawet, pengental, pemanis buatan, dsb)
2. Buah & sayuran minimal 2-3 warna setiap hari dan bervariasi
3. Makanan dikunyah pelan hingga terasa sudah banyak bercampur air ludah, baru ditelan
4. Setiap hari harus ada asupan sayuran mentah (untuk mendapatkan asupan fitonutrisi/enzim penting untuk menunjang fungsi organ-organ tubuh kita): salad sayuran / jus sayuran / lalap sayuran mentah
5. BAB harus setiap hari lancar-tuntas- keluar tanpa didorong. Bila tidak demikian, kombinasi dan porsi makanan FC belum tepat.

Pada saat puasa pun tetap bisa dilakukan, Pemilihan menu karbo atau protein bisa diselang-seling harinya.

Sumber : Ety Widayati