Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Tidak Makan Nasi Agar Langsing, Baikkah?

nasi putihTidak jarang kita dengar seseorang memantang nasi dan sumber karbohidrat yang lain seperti roti, kentang, dan lain-lain untuk menurunkan berat badan. Yang dimakan hanyalah lauk pauk yaitu makanan sumber protein dan lemak serta sayuran dan buah yang merupakan sumber vitamin dan mineral. Apakah itu baik?

Nasi dan sumber karbohidrat yang lain adalah bahan makanan sumber tenaga. Bentuk karbohidrat sebelum masuk di dalam sel adalah glukosa yang kemudian dibakar sebagai tenaga. Glukosa adalah bahan bakar yang digunakan untuk otak. Tanpa karbohidrat tubuh Anda dipaksa untuk memecah lemak dan protein yang dapat berakibat membahayakan.

Lemak adalah yang terdapat dalam minyak sedangkan lauk hewan dan nabati adalah sumber protein yang juga mengandung lemak. Lemak dalam tubuh Anda dibakar secara tidak efisien bila tidak ada karbohidrat. Akibatnya, darah Anda terpolusi oleh produk sisa dari lemak yang dinamakan keton bodies, senyawa toksin yang dapat merusak otak dan mengakibatkan mual, lelah dan apatis. Ginjal harus menghadapi beban pekerjaan membersihkan racun itu dari darah secepat mungkin.

Di samping itu, bila kita hanya mengandalkan protein sebagai sumber tenaga, zat gizi ini tidak lagi digunakan untuk pertumbuhan ataupun penggantian jaringan tubuh yang rusak. Di samping itu nitrogen, yang merupakan bagian dari molekul protein akan tertinggal dalam darah dan ginjal harus mengeluarkannya. Suatu pekerjaan yang juga memberatkan ginjal.

Oleh karena itu, yang terbaik adalah melakukan diet rendah kalori yang seimbang dengan tetap makan karbohidrat di samping protein dan lemak. Dengan demikian, tubuh menggunakan sebagian simpanan lemak tubuh untuk energi seperti yang Anda inginkan, tetapi lemak dibakar lebih sempurna karena adanya karbohidrat. Racun keton bodies tidak menumpuk dan tubuh Anda tidak akan kehilangan protein yang diperlukan untuk penggantian jaringan yang rusak.

Yang dianjurkan adalah asupan kalori sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan komposisi 10% - 15% kalori dari protein, 20-25% dari lemak dan 60-70% dari karbohidrat. Ikuti anjuran makan seimbang dan konsumsi berbagai bahan makanan secara bervariasi. Apabila Anda ingin mengetahui kebutuhan makanan Anda secara individu, mungkin Anda dapat menghubungi ahli gizi untuk meminta bantuan.