Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Telur, Yang Dibenci dan Yang Dicari - Antara Mitos dan Kenyataan Tentang Telur

Antara Mitos dan Kenyataan Tentang Telur

Ada anggapan bahwa telur ayam yang berkulit coklat lebih awet daripada yang berkulit putih. Sebenarnya, warna kulit telur tergantung pada jenis keturunan ayam dan tidak ada hubungannya dengan keawetan serta nilai gizi.

Kepercayaan lain bahwa telur yang dibuahi lebih tinggi nilai gizinya juga tidak benar. Baik telur yang dibuahi maupun yang tidak dibuahi memiliki nilai gizi relatif sama. Bahkan telur yang dibuahi memiliki daya simpan lebih rendah daripada telur yang tidak dibuahi.

Intensitas warna kuning pada kuning telur tidak ada hubungannya dengan kadar vitamin A. Karoten atau provitamin A memang berwarna berwarna kuning, tapi itu tidak banyak berpengaruh pada warna kuning telur. Warna kuning pada telur disebabkan oleh pigmen kriptosantin yang terdapat dalam biji-bijian. Pigmn tersebut sama sekali tidak berniali gizi.

Sebagian orang menggunakan telur mentah dalam ramuan obat kuat. Tujuannya untuk menghilangkan rasa lelah serta menambah vitalitas. Tapi penggunaan telur mentah sebenarnya justru dapat merugikan. Walaupun biasanya banyak kuning telur yang dipakai, tapi tak urung ada bagian putihnya yang terbawa. Putih telur mentah mengandung suatu zat, yaitu ovomucoid, yang bersifat antitripsin, yang mengakibatkan protein jadi sulit dicerna dan diserap oleh tubuh. Terlalu banyak makan telur mentah dapat mengakibatkan kekurangan biotin dan menimbulkan dermatitis (gangguan kulit), gangguan otot, serta rasa mual. Keracunan putih telur terlihat dalam bentuk hambatan pertumbuhan, badan menjadi kurus serta peningkatan jumlah protein dan gula dalam air seni. Ovomucoid dan avidin dapat rusak oleh pemanasan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memakan telur terutama putihnya dalam keadaan matang, sehingga mudah dicerna dan tidak mengganggu proses penyerapan tubuh.