Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Telur, Yang Dibenci dan Yang Dicari

Telur yang dibenci dan yang dicariTelur sering dituding sebagai pembawa petaka, karena kadar kolesterolnya yang lumayan tinggi. Tapi, sekaligus dipuja karena dianggap sebagai obat kuat yang berkhasiat. Lalu bagaimana kita menyikapinya?

Kolesterol yang berjumlah sekitar 1500 mg per 100 g kuning telur, memang bukanlah hal yang bisa kita abaikan begitu saja. Apalagi kolesterol sampai kini masih dianggap sebagai biang atherosklerosis atau penyumbatan pada pembuluh darah. 

Masalah tersebut cukup mengganjal, sehingga para ahli tertantang untuk terus meneliti. Hasil terakhirnya cukup melegakan. Paling tidak bagi penggemar telur dan para produsen. Ternyata, respon terhadap kolesterol dari makanan bersifat sangat individual. Artinya, pemasukan kolesterol dari makanan tidak otomatis meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kenyataan menunjukkan ada orang yang kadar kolesterolnya sama sekali tidak terpengaruh oleh konsumsi telur dan makanan lain yang mengandung kolesterol di samping orang yang mengalami peningkatan kadar kolesterol. Bahkan ada orang yang justru menurun kadar kolesterolnya dengan memasukkan kolesterol lewat makanan. Semau itu tergantung pada kecenderungan tubuh setiap orang. Hal ini bisa dipahami mengingat sebenarnya tubuh juga memproduksi sendiri kolesterol. Adanya kolesterol yang masuk ke dalam tubuh, membuat tubuh mengurangi produksi, sehingga kadar kolesterol stabil. Secara umum dapat dikatakan tubuh orang normal tidak akan bereaksi negatif terhadap makanan yang mengandung kolesterol seperti halnya telur. Lagi pula telur juga mengandung asam lemak tidak jenuh dalam jumlah yang lumayan yang dapat menetralkan kolesterol.

Selain itu, telur merupakan ramuan alami yang padat gizi. Karena dianggap paling lengkap dan seimbang susunan asam aminonya, maka para ahli menggunakan telur sebagai standar atau pembanding protein bahan makanan lain. Dalam hal ini yang diperbandingkan adalah indeks asam amino, nilai biologi serta daya cernanya.

Protein telur tersebar dalam bagian putih dan kuningnya. Sementara itu vitamin A dalam jumlah tinggi dan lemak yang terdiri dari lemak jenuh, lemak tidak jenuh serta kolesterol sebagian besar terkonsentrasi pada bagian kuningnya. Telur juga kaya akan vitamin B,E,dan K, mineral, besi, fosfor, sulfur, magnesium serta natrium. Kandungan kalsium telur nyaris lima kali lipat kalsium dari daging sapi pada berat yang sama. Sebagai sumber vitamin D, telur menduduki peringkat kedua setelah minyak hati ikan hiu. Oleh karena itu, telur sangat baik untuk anak di masa pertumbuhan.

Karena padatnya gizi yang terkandung dalam volume kecil bahan makanan serta kemudahan dicerna, maka telur merupakan makanan pemulih yang sangat praktis bagi orang yang baru sembuh dari sakit. Rendahnya kalori, hanya 162 Kalori/100g, juga membuat telur sangat tepat untuk orang-orang yang menjalani diet penyakit tertentu atau menurunkan berat badan.