Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Kelainan Pigmentasi dan Penuaan Dini - Kelainan Pigmentasi

Kelainan Pigmentasi

Gangguan pigmentasi pada kulit dapat diklasifikasikan menjadi:

* hipomelanosis atau leukoderma, seperti pada vitiligo, albinisme

* hypermelanosis coklat atau melanoderma yang disebabkan oleh meningkatnya pigmen melanin atau jumlah melanosit di epidermis, seperti pada freckles, melasma atau lentigo

* ceruloderma atau hypermelanosis keabuan atau kebiruan disebabkan oleh peningkatan melanin atau jumlah melanosit di dermis, seperti pada Mongolian spot.

Hipermelanosis yang banyak dijumpai dan sangat menonjol di masyarakat adalah melasma karena kelainan ini cukup banyak terjadi pada kaum perempuan sehingga dapat menyebabkan rasa kurang percaya diri, oleh karena wajahnya terlihat kusam dan timbul semacam flek hitam. Definisi melasma sendiri adalah hipermelanosis ireguler berwarna coklat terang sampai coklat gelap pada daerah yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, terutama di dahi kedua pipi, hidung, diatas bibir, dagu dan kadang kadang leher. Melasma merupakan bentuk epidermal melanotic hyperpigmentation namun penelitian pada akhir akhir ini membuktikan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan jumlah melanosit pada penderita melasma (Kang et al, 2002).

Penyebab melasma bersifat multifaktorial, mulai dari faktor genetik, paparan sinar matahari, perubahan hormonal baik akibat kehamilan maupun pemberian kontrasepsi oral atau pengobatan hormon, pemakaian kosmetika, obat fotosensitizer, anti kejang sampai faktor ras.

Mengapa pemakaian kosmetika dapat menyebabkan melasma? Beberapa bahan yang ada dalam kosmetika wajah seperti pewangi, mulai dari benzyl alcohol sampai lavender oil, juga hydroquinone, antiseptic, PABA dan berbagai pengawet bersifat sebagai photo sensitizer yang dapat meningkatkan terbentuknya ROS dan memicu aktifitas melanosit. Khusus hydroquinone yang banyak digunakan sebagai pemutih kulit, selain dapat menyebabkan hipermelanosis, justru berperan sebagai sumber ROS yang dapat merusak sel dan DNA. Maka tidak heran apabila penderita yang diberi obat pemutih kadang dapat terjadi reaksi sebaliknya, kulit menjadi lebih hitam. Namun yang lebih berbahaya adalah dengan penggunaan pemutih untuk mencegah sintesis melanin, fungsi melanin sebagai proteksi hilang dan pada tingkat seluler terjadi kerusakan DNA yang apabila mekanisme repair tak berhasil maka sangat beresiko menghasilkan gen mutan yang pada akhirnya timbul keganasan atau kanker kulit.