Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Kelainan Pigmentasi dan Penuaan Dini

Kulit merupakan salah satu organ tubuh terluas dan sebagai alat pelindung terluar. Selain itu fungsi dari kulit adalah sebagai pertahanan, tidak saja yang bersifat fisik mekanis, juga biologis karena komponen sel didalam kulit dapat mensintesis berbagai struktur biologi seperti sitokin, melanin, growth yaitu faktor yang semuanya bersifat untuk mempertahankan integritas dan juga memelihara fungsi tubuh. Dan yang terpenting, kulit melindungi tubuh dari sinar matahari terutama efek sinar UVA dan UVB dapat menimbulkan penuaan dini pada kulit, pertumbuhan tumor jinak kulit maupun tumor ganas. Pada artikel ini akan dijelaskan seputar kelainan kulit yang disebabkan karena kelainan pigmentasi dan penuaan dini yang dirasa sangat mengganggu oleh sebagian besar kaum perempuan 

Kelainan Pada Kulit

Kulit dalam merespon sinar matahari dapat menimbulkan beberapa reaksi diantaranya seperti terbakar (sunburn) dan pigmentasi, sampai menyebabkan terjadinya penuaan dini dan tumbuhnya tumor. Terjadinya kelainan pigmentasi dan penuaan dinilah yang saat ini dirasakan sangat mengganggu oleh kaum perempuan.


Kelainan Pigmentasi

Gangguan pigmentasi pada kulit dapat diklasifikasikan menjadi:

* hipomelanosis atau leukoderma, seperti pada vitiligo, albinisme

* hypermelanosis coklat atau melanoderma yang disebabkan oleh meningkatnya pigmen melanin atau jumlah melanosit di epidermis, seperti pada freckles, melasma atau lentigo

* ceruloderma atau hypermelanosis keabuan atau kebiruan disebabkan oleh peningkatan melanin atau jumlah melanosit di dermis, seperti pada Mongolian spot.

Hipermelanosis yang banyak dijumpai dan sangat menonjol di masyarakat adalah melasma karena kelainan ini cukup banyak terjadi pada kaum perempuan sehingga dapat menyebabkan rasa kurang percaya diri, oleh karena wajahnya terlihat kusam dan timbul semacam flek hitam. Definisi melasma sendiri adalah hipermelanosis ireguler berwarna coklat terang sampai coklat gelap pada daerah yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, terutama di dahi kedua pipi, hidung, diatas bibir, dagu dan kadang kadang leher. Melasma merupakan bentuk epidermal melanotic hyperpigmentation namun penelitian pada akhir akhir ini membuktikan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan jumlah melanosit pada penderita melasma (Kang et al, 2002).

Penyebab melasma bersifat multifaktorial, mulai dari faktor genetik, paparan sinar matahari, perubahan hormonal baik akibat kehamilan maupun pemberian kontrasepsi oral atau pengobatan hormon, pemakaian kosmetika, obat fotosensitizer, anti kejang sampai faktor ras.

Mengapa pemakaian kosmetika dapat menyebabkan melasma? Beberapa bahan yang ada dalam kosmetika wajah seperti pewangi, mulai dari benzyl alcohol sampai lavender oil, juga hydroquinone, antiseptic, PABA dan berbagai pengawet bersifat sebagai photo sensitizer yang dapat meningkatkan terbentuknya ROS dan memicu aktifitas melanosit. Khusus hydroquinone yang banyak digunakan sebagai pemutih kulit, selain dapat menyebabkan hipermelanosis, justru berperan sebagai sumber ROS yang dapat merusak sel dan DNA. Maka tidak heran apabila penderita yang diberi obat pemutih kadang dapat terjadi reaksi sebaliknya, kulit menjadi lebih hitam. Namun yang lebih berbahaya adalah dengan penggunaan pemutih untuk mencegah sintesis melanin, fungsi melanin sebagai proteksi hilang dan pada tingkat seluler terjadi kerusakan DNA yang apabila mekanisme repair tak berhasil maka sangat beresiko menghasilkan gen mutan yang pada akhirnya timbul keganasan atau kanker kulit.


Penuaan Dini

Penuaan kulit terjadi karena dua proses yang saling berkaitan, yaitu :

* Proses menua intrinsik (secara alami), terjadi karena faktor fisiologis, dari dalam tubuh sendiri. Perubahan kulit menyeluruh sejalan dengan bertambahnya usia dan proses ini tidak dapat dihindari.

* Proses menua ekstrinsik (faktor dari luar) seperti sinar matahari, kelembaban udara dan iklim yang dapat mempercepat proses


Beberapa hal yang mempengaruhi proses menua kulit karena faktor internal, yaitu:

* Keturunan (genetik), pada orang tertentu cenderung berjenis kulit kering dan mengalami penuaan lebih awal.

* Ras, manusia terdiri dari berbagai ras seperti Negroid, Mongoloid, Kaukasia, Polinesia yang memiliki struktur kulit yang berbeda, terutama pigmen melanin yang mempengaruhi warna kulit suatu ras. Ras kulit putih cenderung lebih mudah terbakar matahari, lebih mudah terjadi kulit menua dini, maupun terjadinya pra kanker atau kanker kulit dibanding kulit berwarna.

* Hormonal, hormon sangat erat hubungannya dengan usia, pada wanita yang memasuki menopause, fungsi ovariumnya menurun sehingga estrogen yang di produksi berkurang. Fungsi estrogen menyebabkan timbulnya tanda-tanda seks sekunder pada masa puber, seperti pertumbuhan payudara, sel epitel vagina, kulit (menjadi halus), dan mengatur siklus mentruasi serta sifat kewanitaan lain. Dengan berkurangnya produksi estrogen akan mengakibatkan payudara yang mengecil, atrofi sel epitel vagina, kulit menjadi tidak halus, elastisitas berkurang, menjadi kering dsb.

* Penyakit kronis seperti diabetes, kanker, penyakit autoimun dan lain lain dapat memudahkan terjadinya proses penuaan dini.

* Kurang gizi (malnutrisi), misalnya kekurangan protein dan vitamin menyebabkan reaksi biologis tubuh menjadi terganggu sehingga proses penuaan menjadi lebih awal.


Proses penuaan dini yang diakibatkan faktor eksternal yaitu:

* Pengaruh sinar matahari. Radiasi sinar matahari merupakan faktor paling utama, dan penuaan oleh karena paparan sinar matahari inilah yang disebut sebagai photoaging. Keadaan ini dianggap patologis karena terjadi kerusakan jaringan akibat paparan sinar matahari (photodamage). Pada daerah yang sering terkena terutama wajah, leher dan punggung tangan photoaging memperberat (superimposed) terjadinya penuaan fisiologik. Jadi perubahan yang tampak adalah kombinasi proses penuaan ekstrinsik maupun intrinsik. Dikatakan 80% penuaan pada wajah merupakan tanda photoaging, walaupun faktor seperti merokok, alcohol, stres dan lain lainnya berperan pula pada proses timbulnya kerut wajah dini (Uitto, 1997). Efek berbahaya sinar UVA dan UVB pada kulit adalah terjadinya kerusakan sel, jaringan dan enzim-enzim tertentu oleh karena pembentukan radikal bebas. Selain itu juga terjadi kerusakan DNA, yaitu molekul yang merupakan perangkat genetik sehingga terjadi pertumbuhan tumor akibat mutasi gen.

* Pengaruh radikal bebas. Radikal bebas merupakan senyawa atom atau molekul yang memiliki elektron yang tidak berpasangan sehingga tidak stabil, bersifat menarik elektron lain dan sangat reaktif. Senyawa ini dapat menimbulkan terjadinya kerusakan sel dan menjadi penyebab berbagai keadaan patologis seperti penyakit kardiovaskuler, penyakit saluran nafas, penyakit saluran pencernakan, ginjal, pertumbuhan kanker dan dicurigai ikut berperan dalam proses penuaan (aging). Pembentukan radikal bebas dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pajanan sinar ultra violet, radiasi sinar-X, polusi udara yang berasal dari asap mobil, gas N2O dari pabrik, freon, asap rokok, pajanan bahan kimia dari luar maupun dari dalam (obat obatan, bahan tambahan makanan seperti pengawet, pewarna, pelezat dan lain lain), makanan dengan tinggi karbohidrat dan kalori, bahan yang berasal dari dalam tubuh sendiri, yaitu senyawa yang terdapat dalam jumlah berlebihan atau yang berasal dari proses peradangan.

* Pengaruh kekeringan kulit. Kekeringan kulit biasanya oleh karena cara merawat kulit salah, antara lain menggunakan kosmetik yang tidak sesuai dengan kondisi kulit dan lingkungan pemakai, seperti terlalu sering memakai sabun atau pembersih berkadar alkohol tinggi pada jenis kulit yang normal. Kelembaban udara yang rendah seperti di daerah pegunungan atau dataran tinggi, ruang ber-AC, paparan angin, suhu dingin atau panas, akan mempercepat penguapan air sehingga kulit menjadi kering.

* Faktor-faktor lain yang juga dapat menyebakan penuaan dini diantaranya keadaan gizi yang buruk, kekurangan protein, vitamin, kebiasaan merokok, minuman keras, kopi yang berlebihan, sering mengalami stress, penurunan berat badan yang terlalu cepat, penggunaan otot otot muka yang tak diperlukan dan berlebihan (suka cemberut, mengerutkan kening, berkedip-kedip waktu bicara ).


Tanda klinis penuaan yang ditunjukkan dengan perubahan fisiologis kulit dan sering nampak pada wajah, yaitu:

* Kulit kering, karena menurunnya fungsi/aktifitas kelenjar minyak, kelenjar keringat dan hormon estrogen serta terjadinya penguapan air yang berlebihan.

* Permukaan kulit kasar dan bersisik, karena lapisan tanduk mudah lepas dan ada kecenderungan sel sel mati untuk saling melekat di permukaan. Selain itu terjadi kelainan proses keratinisasi dan perubahan ukuran serta bentuk sel lapisan tanduk, sebagian berkelompok dan mudah lepas sehingga terlihat sebagai sisik yang kasar

* Timbulnya keriput, awalnya tampak guratan halus dibawah mata, kemudian menjadi guratan yang tidak menghilang sewaktu kulit diregangkan. Kulit menjadi kendor, menggelantung disertai kerutan dan garis-garis kulit lebih jelas. Keadaan ini disebabkan perubahan-perubahan faktor penunjang kulit, antara lain sel pembentuk serat kologen berkurang, yang menyebabkan pembentukan serat kolagen baru/ penggantian kolagen yang tua menjadi lambat, serat elastin lebih mengeras dan menebal sehinggga daya kenyalnya berkurang serta kulit menjadi kurang lentur, tak dapat tegang. Selain itu terjadi proses menua pada tulang dan otot menjadi kecil (atrofi) serta jaringan lemak bawah kulit menipis, kehilangan daya kenyalnya. Faktor lain adalah pengaruh kontraksi otot mimik yang tidak diikuti kontraksi kulit yang sesuai sehingga terlihat alur alur keriput didaerah wajah

* Bercak pigmentasi yang tidak merata di permukaan kulit karena perubahan distribusi melanin dan menurunnya fungsi serta prolifrasi melanosit, sehingga pengumpulan pigmen melanin tidak teratur. Pigmentasi yang dicetuskan sinar matahari antara lain sebagai freckles, melasma dan lentigo, terutama muncul pada orang yang rentan. Freckles adalah bercak coklat dengan batas tegas dan tepi tak teratur. Lentigo merupakan bercak coklat kehitaman yang tepinya rata, biasanya pada kondisi photodamage yang berat.

* Pembentukan tumor baik jinak maupun ganas, disebabkan karena efek kronis sinar matahari pada kulit yaitu kerusakan pada DNA sel kulit. Kerusakan DNA mungkin dapat dilakukan perbaikan namun bila tidak, terjadi mutasi gen sehingga terjadi proliferasi sel berlebihan dan terbentuk tumor kulit jinak seperti keratosis seboroik, skin tag, kerato akantoma atau tumor ganas seperti karsinoma sel basal.


Proses penuaan dini dapat dicegah dalam hal ini yang berkaitan dengan faktor ekstrinsik (mulai usia 20 hingga 40 tahun) dengan melakukan berbagai cara, antara lain :

1. Lakukanlah perawatan dan pemeliharaan kulit. Bila menggunakan kosmetik, pilihlah bahan kosmetik yang sesuai dengan jenis kulit dan lingkungan pemakai, seperti :

* Pilih pembersih dengan bahan dasar minyak (cleansing cream, cold cream) dan hindari terlalu sering memakai sabun/detergen

* Gunakan pelembab pada siang atau malam hari terutama untuk lingkungan yang kelembabannya rendah, ruangan ber-AC dan sebagainya.

* Gunakan krim tabir surya (sunscreen cream) dan foundation cream untuk mencegah kulit menjadi kering karena sinar matahari

* Pergunakan kosmetik untuk rias yang banyak mengandung unsur lemak (bentuk krim)

2. Menjaga pola makan yang sehat, perhatikan asupan gizi, lakukan diit yang sehat seperti:

* diet rendah karbohidrat, rendah lemak jenuh dan hindari bahan makanan tambahan yang berbahaya, serta tinggi protein.

* perbanyak mengkonsumsi vitamin dan bahan lain yang bekerja sebagai anti oksidan, bahan yang dapat menghambat toksisitas dari radikal bebas, seperti vitamin E (tocoferol), vit.C (ascorbic acid), beta carotene dan glutathione. Perlindungan antioksidan paling efektif dalam melawan kerusakan akibat sinar surya adalah dengan kombinasi beberapa antioksidan yang tampaknya menunjukkan efek sinergis (Wilkinson, 2001). Tokotrienol merupakan salah satu bentuk vitamin E, bila dibanding tokoferol, yaitu vitamin E lain yang telah lama dikenal, mempunyai aktivitas antioksidan 40-60 kali lebih besar dan efek anti tumor yang luar biasa. Selain itu tokotrienol mempunyai derajat spesifitas yang tinggi untuk kulit, hampir 15 kali atau lebih (Wilkinson, 2001). Vitamin lain seperti vitamin A, B1, B2, B5, B6 serta mineral, zat besi, zink, selenium dan lainnya harus diberikan cukup agar dapat menghambat proses ikatan silang yaitu proses yang menyebabkan jaringan kolagen menjadi kaku dan tidal lentur sehingga mencegah terjadinya keriput.


Bahan-bahan lain yang juga dapat digunakan untuk mencegah proses menua, antara lain:

* Ubiquinon atau koenzim Q-10,

* Melatonin, adalah antioksidan yang sangat potensial.

* Procyanadins dan cathecins, ada dalam berbagai macam tanaman seperti biji anggur, teh hijau, apel hijau dan sumber lain, mempunyai substansi anti tumor yang dihubungkan dengan efek antioksidan kuat. Apel hijau mentah telah diteliti sebagai anti mutagen, menghambat pelepasan histamin dan menyerap sinar UVB atau fungsi penyaring.

* Ekstrak jamur, ekstrak polisakarida dari Ganoderma lucidum melindungi DNA dari pengaruh sinar UVR dan mempunyai efek anti tumor serta meningkat sistem kekebalan tubuh

* Asam organik: Alpha hydroxyl acids (AHAs), Beta hydroxyl acids (BHAs) pada konsentrasi 5-10% digunakan untuk mengurangi kerutan, membuat kulit menjadi lebih kesat, memudarkan dan mengurangi hiperpigmentasi

* Tretinoin (trans-asam retinoin), penelitian Fisher dkk menunbjukkan bahwa perawatan kulit dengan tretinoin sebelum terpapar UVR menghambat induksi MMP (matrix metalloproteinase), suatu enzim yang dikenal berperan pada kerusakan kolagen dalam proses photaging.

3. Pencegahan proses penuaan dini pada kulit akibat paparan sinar matahari, dengan cara:

* hindari sinar matahari pada titik kulminasi dimana energi sinar UVB dipermukaan bumi mencapai puncak, antara jam 10.00- 15.00

* lindungi tubuh Anda dengan memakai topi lebar, payung, pakaian lengan panjang dsb

* pakai tabir surya (sunscreen). Kekuatan suatu tabir surya diukur dari besarnya daya pelindung tabir surya tersebut dengan satuan SPF (sun protective factor).

4. Hindari faktor lingkungan yang merangsang terbentuknya radikal bebas : seperti penyinaran sinar X, polusi udara oleh gas mobil, asap rokok, gas N2O dari pabrik, freon AC, hair spray dan lain


5. Menghindari/mengurangi kontak dengan bahan kimia eksogen seperti detergen, kosmetika terutama krim pemutih yang mengandung merkuri, bismuth dan lain lain yang dapat menyebabkan kulit kering. Juga bahan kimia yang masuk secara endogen misalnya obat obatan antibiotik dsb.


6. Mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok, minuman keras, minum kopi yang berlebihan, menghindari hala hal yang menimbulkan stress, meningggalkan kebiasaan suka cemberut, diusahakan banyak banyak rileks, mudah tersenyum


7. Istirahat yang teratur dan selalu berpikiran positive dalam menghadapi segala sesuatu. Dan Yakin bahwa Tuhan selalu bersama kita

Sumber : Prof. Dr. H. Harijono Kariosentono, dr., Sp.KK (Guru Besar FK Unair)