Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Permasalahan Seputar Ginjal - Bagaimana merawat gagal ginjal?

Bagaimana merawat gagal ginjal?

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes sangat mempengaruhi kerja ginjal. Untuk itu diharapkan selalu menjaga kadar gula darah dan tekanan darah dalam batas normal. Perawatan-perawatan spesifik adalah tergantung pada penyakit-penyakit yang mendasarinya. Bila sudah terlanjur mengalami gagal ginjal maka yang dilakukan adalah mencegah agar fungsi ginjal tidak semakin memburuk. Karena hanya dengan melakukan perawatan secara maksimal terhadap ginjal maka fungsi ginjal masih bisa dipertahankan walaupun tidak bisa membaik seperti semula.

Selain itu yang perlu dipertimbangkan adalah diet. Konsultasi dengan seorang ahli gizi mungkin bermanfaat untuk mengerti makanan-makanan apa dapat dikonsumsi atau yang tidak. Karena ginjal tidak dapat dengan mudah mengeluarkan kelebihan air, garam, atau potassium, sehingga makanan tersebut perlu dikonsumsi dengan jumlah terbatas. Misalnya pisang dan apricots adalah contoh makanan yang tinggi kandungan potassiumnya. Selain itu perhatikan juga asupan yang banyak mengandung fosfor. Terlalu banyak kandungan fosfor dapat menyedot kalsium dari tulang dan menyebabkan osteoporosis dan patah/retak tulang. Makananyang banyak mengandung fosfor yang tinggi diantaranya susu, keju, kacang-kacang, dan minuman-minuman bersoda.

Bila sudah mengalami gagal ginjal total maka perawatan yang diambil hanya dapat dengan melakukan dialisis atau transplantasi ginjal. Dialisis adalah membersihkan tubuh dari produk-produk sisa didalam tubuh dengan menggunakan sistim penyaringan. Ada dua tipe dari dialysis yaitu hemodialisis dan peritonela dialisis. Prinsip dasar dari Hemodialisis adalah dengan membersihkan darah dengan menggunakan Ginjal Buatan. Sedangkan Peritoneal dialisis menggunakan Selaput rongga perut (peritoneum) sebagai saringan antara darah dan cairan Dianial.

Bila melakukan transplantasi, dapat dilakukan secara "cadaveric" (dari seseorang yang telah meninggal) atau dari donor yang masih hidup (biasanya anggota keluarga). Ada beberapa keuntungan untuk transplantasi dari donor yang masih hidup, termasuk kecocokan lebih bagus, donor dapat dites secara menyeluruh sebelum transplantasi dan ginjal tersebut cenderung memiliki jangka hidup yang lebih panjang.

 

Sumber : Diolah dari berbagai sumber