Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Rubella atau Campak Jerman

Rubella atau yang lebih sering disebut sebagai Campak Jerman, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Rubella dapat menyerang siapa saja. Meskipun penderita rubella tidak menunjukkan gejala klinis selama 14 hingga 21 hari, namun virus ini sudah bersarang di tempat-tempat seperti tenggorokan, bulu hidung,air seni dan kotoran manusia. Penyakit ini biasanya menyerang bagian saluran pernapasan atau dalam tenggorokan. Dapat ditularkan melalui udara, ludah, kontak kulit maupun kotoran manusia.

Ini merupakan penyakit ringan pada anak-anak; bahaya medis yang utama dari penyakit ini adalah infeksi pada wanita hamil karena dapat menyebabkan sindrom rubella bawaan dalam perkembangan bayi.

Tanda dan Gejala

Infeksi rubella dapat menimbulkan panas berkisar antara 37,2 hingga 37,8 derajat celcius selama 2 hingga 3 hari, adanya pembengkakkan kelenjar getah bening, biasanya di bagian belakang leher atau di belakang telinga. Timbul ruam yang dimulai pada wajah dan menyebar ke bawah. Ruam rubella dapat terlihat seperti kebanyakan ruam virus lainnya. Ini muncul sebagai bintik merah, yang dapat bergabung dan membentuk bercak berwarna merata. Bintik ini dapat terasa gatal dan terjadi hingga 3 hari.

Gejala lain yang ditimbulkan dari rubella (ini lebih sering terjadi pada remaja dan orang dewasa) adalah sakit kepala, kehilangan nafsu makan, konjungtivitis ringan (radang selaput kelopak mata dan bola mata), atau hidung beringus, pembengkakan kelenjar getah bening di bagian tubuh yang lain, rasa sakit dan pembengkakan pada sendi (terutama pada wanita muda). Tetapi banyak orang yang terkena rubella juga tanpa menunjukkan gejala.

Bila terinfeksi pada wanita hamil dapat menyebabkan sindrom rubella bawaan, yang potensial menimbulkan kerusakan pada perkembangan janin. Bayi yang terkena rubella sebelum dilahirkan beresiko tinggi mengalami keterlambatan pertumbuhan, keterlambatan mental, selain itu juga mengalami kelainan pada jantung dan mata, dapat menyebabkan tuli, dan timbul masalah pada hati, limpa, dan sumsum tulang.