Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Cytomegalovirus (CMV) - Gejala

Gejala



CMV dapat menular melalui (pertukaran) cairan tubuh misal air seni, air liur, darah, air mata, air mani, dan air susu ibu. Penularan virus ini berlangsung cepat tanpa tanda-tanda atau gejala. Akibat dari terinfeksi CMV dapat ringan namun juga dapat amat berbahaya. Gejala dapat bervariasi mulai dari amat berat hingga gejala minimal, bahkan ada juga yang tanpa gejala.

Karena dapat menyerang hampir semua organ, gejalanya sangat bervariasi tergantung dari organ yang diserang. Biasanya CMV menyebabkan demam, penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia) dan letih- lesu. Gejalanya dapat ringan hingga berat. Kreatinin dapat meningkat pada pasien cangkok ginjal dengan infeksi CMV. Infeksi pada paru-paru menimbulkan sesak dan batuk. Pada sistem cerna seperti misalnya lambung dan usus, infeksi CMV menyebabkan mual, muntah dan diare. Ensefalitis (otak) CMV dapat menyebakan kejang, nyeri kepal, dan koma. Apabila penderita sedang hamil, CMV bisa menginfeksi janin dan mengakibatkan gangguan pada organ tertentu janin.

Virus CMV pada wanita hamil dapat berakibat pada janin yang dikandungnya dengan manifestasi berbeda-beda, misalnya kulit berwarna kuning, pembesaran hati dan limpa, kerusakan atau hambatan pembentukan organ tubuh seperti mata, otak, gangguan mental, dan lain-lain tergantung organ janin mana yang diserang. Umumnya janin yang terinfeksi CMV lahir prematur dan berat badan lahir rendah.

Virus CMV biasa menghinggapi pasien cangkok organ pasca transplantasi karena biasanya para pasien ini diberikan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh. Pemberian obat ini dimaksudkan supaya sistem kekebalan tubuh pasien operasi cangkok organ tidak menyerang organ baru yang dicangkokkan. Efek samping dari penekanan sistem kekebalan tubuh ini adalah ketidakmampuan tubuh untuk melawan infeksi, termasuk serangan CMV.

Pada pasien dengan sistem kekebalan yang tertekan (rendah), Penyakit yang berhubungan dengan CMV mungkin dapat lebih agresif. CMV hepatitis dapat menyebabkan kegagalan hati secara tiba-tiba dan cepat. Penyakit lainnya terdapat pada orang-orang yang menderita cytomegalovirus retinitis (radang pada retina mata) dan cytomegalovirus colitis (radang usus besar).

Infeksi CMV adalah penyebab utama timbulnya berbagai penyakit dan kematian pada pasien dengan immunocompromised (imun rendah), termasuk penerima transplantasi organ, pasien yang mengalami hemodialysis, pasien kanker, pasien penerima immunosuppressive narkoba dan pasien HIV. Pasien tanpa infeksi CMV yang menerima transplantasi organ dari donor yang terinfeksi CMV harus diberi pengobatan penangkal valganciclovir atau ganciclovir dan memerlukan pemantauan serologi untuk mendeteksi keberadaan CMV.