Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Gejala Serangan Jantung Wanita Beda dengan Pria

Serangan jantung bisa menyerang siapa saja. Tetapi karena cenderung yang terkena serangan jantung kebanyakan pria, maka sering kali penyakit satu ini agak diabaikan oleh kaum wanita. Menurut hasil penelitian menemukan, sebagian dokter memberikan lebih sedikit pemeriksaan, lebih jarang menindaklanjuti, lebih sedikit perawatan dan lebih sedikit pembedahan pada wanita. Mungkin ini yang menyebabkan mengapa serangan jantung lebih mematikan jika menimpa wanita dibanding pria. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diketahui oleh wanita baik itu faktor risiko, gejala, pemeriksaan dan hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengan penyakit jantung dan depresi.

Jantung mempunyai peranan yang penting bagi tubuh manusia, karena dengan bantuan jantung, darah dapat di pompa ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan semua sari makanan dan oksigen guna metabolisme tubuh. Untuk itu jantung perlu dijaga dengan baik agar terhindar dari penyakit jantung koroner yang salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan serangan jantung.

Dikatakan terkena serangan jantung jika aliran darah yang menuju ke jantung menjadi terhenti, walau sesaat sehingga menyebabkan sebagian sel menjadi mati. Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal.

Bahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit karena timbungan plak dan lemak, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Selain itu, arteri yang berpenyakit juga cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sehingga, sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan jantung.

Jika sistem kerja dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai bergetar dengan tidak menentu atau mengalami fibrilasi. Irama tidak normal ini disebut sebagai aritmia yaitu penyimpangan dari irama jantung normal. Hal ini akan menyebabkan jantung kehilangan kesanggupannya untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi.

Faktor-faktor pemicu serangan jantung ialah rokok, mengonsumsi makanan berkolestrol tinggi, kurang gerak, malas berolahraga, stres, dan kurang istirahat.