Penyakit Stroke

    Anda pernah melihat, seseorang yang telah pulih dari sakit strokenya, telah melakukan berbagai aktivitas, Hanya saja dari hal komunikasi masih mengalami kesulitan. Orang tersebut dapat berbicara, tapi seakan-akan kata-kata yang keluar dipilih dari kamus secara sembarangan. Inilah sifat aneh dari penyakit stroke.

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan stroke sebagai gangguan fungsi otak (lokal/global) yang timbul mendadak, berlangsung lebih dari 24 jam (kecuali bila mengalami tindakan pembedahan atau meninggal sebelum 24 jam) yang disebabkan oleh karena kelainan peredaran dah di otak.

    Gejala-gejala stroke

    Sebagaimana definisinya, gangguan aliran darah di otak bisa menyebabkan gejala-gejala lokal atau gejala global, tergantung lokasi gangguannya. Akibat yang paling umum adalah tubuh lumpuh sehingga mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir, mengunyah makanan, melihat dan bergerak ke sekitar. Selain itu, sejumlah simptom bebas yang sering disebut stroke kecil dapat menyebabkan apa yang oleh para dokter disebut multi-infarct dementia.

    Pembagian stroke dan penyebabnya

    Stroke secara umum, dibagi menjadi 2 jenis. Yaitu stroke pembuntuan (infark) dan stroke perdarahan. Stroke pembuntuan ada 2 macam, stroke trombotik dan stroke pembuntuan emboli. Stroke perdarahan juga dibagi 2 yaitu perdarahan did alam otak dan perdarahan di subarakhnoid (perdarahan pada lapisan otak).

    Stroke pembuntuan trombotik disebabkan karena penebalan dinding dalam pembuluh darah arteri yang menyebabkan gangguan aliran darah di otak. Banyak penyakit yang merupakan faktor risiko terjadinya pembuntuan ini, seperti hipertensi, kencing manis, kolesterol tinggim asam urat, kegemukan, merokok dll.

    Stroke pembuntuan emboli, disebabkan karena bekuan darah (embolus) yang lepas dari jantung dan akhirnya membuntu pembuluh darah yang diameternya lebih kecil. Beberapa penyakit jantung merupakan penyebab utama stroke jenis ini, seperti penyakit jantung koroner, aritmia (detak jantung tidak teratur), penyakit kutub jantung, dll)

    Stroke perdarahan secara umum disebabkan oleh 3 faktor yaitu:

    • kelainan anatomi pembuluh darah karena bawaan lahir
    • hipertensi akut dan kronis
    • kelainan pembekuan darah dengan berbagai penyakit penyebabnya

    Faktor risiko

    Ada langkah-langkah sederhana yang bisa diambil untuk mengurangi risiko terkena stroke. Sama seperti pembuluh-pembuluh daarah sehat di jantung mempengaruhi risiko serangan jantung, kesehatan pembuluh-pembuluh darah di otak mempengaruhi risiko terhadap stroke. Banyak faktor risiko penyakit jantung seperti usia lanjut, tekanan darah tinggi, merokok dan diabetes, juga berlaku untuk stroke.

    Namun ada beberapa faktor risiko stroke yang tidak mudah dimengerti. Dalam England Journal of Medicine ditemukan bahwa penggunaan obat-obatan penurun berat badan yang mengandung phenylpropanolamine (PPA) berisiko 16 kali lebih tinggi terkena stroke hemorrhagic pada perempuan muda. Begitu pula obat flu dan pilek yang mengandung PPA juga meingkatkan risiko stroke 3 kali lebih tinggi pada perempuan muda.

    Infeksi parah dan inflamasi kronik juga meningkatkan risiko stroke. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Stroke, para peneliti menemukan stroke ischemic sering didahului infeksi parah. Inflamasi, baik karena infeksi maupun karena rendahnya kadar antioksidan, juga dihubungkan dengan stroke. Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan di Boston University menemukan, tingkat inflamasi tinggi berkaitan dengan meningkatnya risiko stroke sampai 2 kali lipat pada pria, dan 3 kali lipat pada wanita.

    Pencegahan dan Mengurangi risiko stroke

    Penyakit stroke sebenarnya dapat dicegah dengan mengenali berbagai penyakit dan kelainan yang merupakan faktor risiko terjadinya stroke. Sebagai contoh, orang yang mempunyai penyakit hipertensi atau kencing manis, dia berpotensi besar akan terkena serangan stroke beberapa tahun ke depan. Untuk itu, penanganan penyakit hipertensi atau kencing manis yang dimilikinya tentu akan dapat mencegah serangan stroke.

    Untuk dapat mengurangi risiko terkena stroke, hampir semua ahli gizi menganjurkan agar mengkonsumsi paling sedikit 5 porsi sayuran dan buah-buahan setiap hari. Hal ini tidak hanya untuk mengurangi risiko dari stroke saja, tetapi juga risiko jangka panjang penyakit jantung dan kanker. Selain itu juga disarankan untuk makan banyak ikan, karena ikan mengandung sejumlah lemak anti penggumpalan. Tidak lupa mengkonsumsi beberapa vitamin seperti vitamin C, E, B dan antioksidan bisa juga mengurangi risiko stroke.

    Dan yang pasti, selalu menjaga pola hidup yang sehat, berolah raga teratur, tidak merokok dan selalu menjaga pola makan yang sehat, pasti akan dapat mengurangi risiko terkena stroke.

    Diolah dari berbagai sumber



    © 2021 Mojokertocyber Media. All Rights Reserved.