Osteoporosis

Osteoporosis, siapa yang tidak pernah mendengarnya. Bila seseorang terkena osteoporosis mudah sekali mengalami patah tulang. Mengapa demikian? Karena osteoporosis merupakan penyakit keropos tulang yang disebabkan oleh berkurangnya kandungan kalsium tulang. Siapa saja yang dapat terkena osteoporosis dan bagaimana penanganannya? Berikut penjelasannya.

Osteoporosis atau pengeroposan tulang merupakan suatu kondisi dimana jumlah jaringan tulang telah berkurang sehingga sangat berisiko untuk terjadi patah tulang. Osteoporosis merupakan penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh penurunan densitas masa tulang dan perburukan arsitektur tulang sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah (fraktur). Penyakit ini banyak diderita oleh orang tua terutama wanita yang sudah menopause.

Penyakit ini sering tidak memunculkan gejala apapun hingga sampai suatu ketika pasien mengalami fraktur hanya karena sebab yang ringan. Tetapi gejala yang umum terjadi adalah tubuh makin pendek, nyeri tulang, perubahan postur tubuh (menjadi bengkok atau bungkuk) dan tulang mudah patah. Walaupun secara umum tidak berbahaya tetapi penyakit ini mempunyai potensi besar menimbulkan kelumpuhan dan sekitar 25% kematian pada orang lanjut usia merupakan rangkaian dari penyakit yang awalnya disebabkan fraktur akibat osteoporosis. Untuk itu pada orang lanjut usia harus diperhatikan faktor risiko terjadinya jatuh dan fraktur apalagi orang tersebut sudah terbukti mengalami osteoporosis.


Terdapat beberapa penyebab dan faktor resiko dari osteoporosis diantaranya adalah

* berkurangnya hormon esterogen terutama pada wanita menopause,
penggunaan alkohol,
* rokok,
* kurangnya aktifitas,
* proses menua,
* kurangnya asupan kalsium,
* kurangnya pajanan sinar matahari dan penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat mempercepat osteoporosis (contohnya steroid).


Penanganan Osteoporosis

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengurangi progesivitas dari penyakit ini seperti: Melakukan aktifitas fisik teratur (jalan kaki 30-60 menit/hari, olah raga dengan beban), hindari alkohol dan rokok, hindari risiko terjatuh, hindari penggunaan obat sendiri untuk jangka panjang karena ada obat yang dapat mempercepat osteoporosis.

Untuk dapat mengobati osteoporosis diperlukan obat yang sebenarnya banyak macamnya tetapi harganya termasuk mahal. Bila sudah demikian usaha pencegahan merupakan jalan yang terbaik bagi kita untuk dapat terhindar dari penyakit ini. Proses pencegahan sebaiknya dimulai pada masa dalam kandungan, yaitu ibu waktu hamil minum kalsium yang cukup, vitamin D, fosfor, dan gizi yang bagus. Setelah lahir diberikan cukup gizi dan makanan yang mengandung kalsium, aktif berolahraga sehingga tulang tumbuh dengan baik, dan sering terkena sinar matahari.

Sumber : Diolah dari berbagai sumber