Nyeri Lutut Perampas Aktivitas

Tuhan menciptakan lutut pada tubuh manusia, bukan tanpa guna. Lutut merupakan engsel utama di tubuh kita. Tanpa lutut, banyak hal yang tidak bisa kita lakukan seperti berlari, jongkok, duduk bersila, atau bersepeda. Begitu pentingnya peran lutut bagi kita, tapi kita masih saja tidak mau menjaga kesehatannya seperti berolahraga terlalu berat atau membiarkan bobot tubuh secara berlebihan. Mengapa orang yang bertubuh gemuk berisiko tinggi terkena nyeri lutut? Karena semakin gemuk tubuh seseorang semakin besar beban lutut menahan berat tubuh. Begitu halnya dengan berolahraga. Memang kita dianjurkan untuk berolahraga. Tapi bila gerakannya salah akan membahayakan lutut.

Nyeri lutut bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti cedera olahraga, kelainan metabolik, penyakit degeneratif, dan infeksi. Nyeri lutut akibat infeksi biasanya disebabkan oleh virus, bakteri atau tumor. Sedangkan nyeri lutut akibat kelainan metabolik, seoerti gangguan asam urat, disebabkan oleh sistem metabolisme tubuh yang tidak berjalan sempurna sehingga mempengaruhi jatingan seputar lutut.Nyeri lutut yang paling sering terjadi, biasanya diakibatkan oleh proses degeneratif pada orang tua, seperti osteoarthritis dan osteoporosis. Tapi gangguan ini tidak menyerang semua orangtua. Karena tergantung pada pola makan dan gaya hidup mereka di masa muda. Seseorang yang aktif bergerak di usia muda, risikonya bisa diminimalkan.

Berikut ini beberapa jenis gangguan pada lutut yang sering terjadi.


Osteoarthritis, akibat proses degeneratif

Osteoarthritis (OA) merupakan salah satu jenis arthritis yang paling sering menyerang sendi lutut. Masyarakat awam sering mengartikannya sebagai rematik lutut. OA diawali dengan kerusakan pada kartilago (tulang rawan), yang berfungsi sebagai bantalan da pelindung sendi pada saat bergerak. Kerusakan ini menyebabkan perubahan biokimia pada kartilago. Akibatnya kartilago makin tipis dan lama kelamaan habis. Hal ini menyebabkan ujung-ujung tulang terekspos dan menyebabkan jaringan otot di sekitar sendi mengalami iritasi serta peradangan. Perubahan pada kartilago berlangsung lambat. Umumnya makan waktu bertahun-tahun sampai terjadi kelainan sendi.

OA bisa dialami siapa saja, tidak yang tua, yang muda dan yang mengalami cedera olahraga. Cedera yang diabaikan dalam jangka waktu lama dapat membuat permukaan sendi tidak rata. Kondisi ini yang bisa memicu OA. Selain itu, pada sebagian penderita, OA terjadi karena mereka memang memiliki riwayat keluarga yang cenderung menderita OA.

Gejalanya adalah nyeri, kaku, dan terasa hangat pada persendian. Kadang-kadang terdengar suara bergemeretak sewaktu digerakkan. Puncak rasa nyeri di malam hari, di pagi hari, penderita akan mengalami sulit berjalan akibat sendi terasa kaku. Kekakuan akan hilang setelah penderita menggerakkan kembali kakinya.

Upaya untuk mengurangi rasa sakit bisa dilakukan dengan mengkompes lutut dengan air hangat, atau bisa juga berjemur di bawah sinar matahari. Meskipun demikian, berjemur bukanlah pengobatan yang dapat menyembuhkan. Satu-satunya langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter.


Arthritis Rheumatoid, kesalahan sistem imun

Jenis arthritis ini juga sering menyerang sendi lutut. Dibandingkan dengan OA, arthritis reumatoid menimbulkan peradangan yang lebih berat dan kerusakan lebih luas. Peradangan kronik bisa terjadi pada kartilago di sekitar persendian lutut. Tapi bisa juga terjadi pada sendi jari jemari, pergelangan kaki, dan pinggul. Akibatnya, tulang rawan lama-lama akan hancur, ruang antar sendi menyusut, dan bentuk sendi pun berubah.

Gejala AR tidak begitu spesifik, yaitu rasa kaku dan sakit pada persendia. Bisa juga diikuti dengan rasa lelah, penurunan berat badan, serta berkeringat pada tangan dan telapak kaki. Lutut yang terserang AR biasanya akan terlihat memerah, bengkak, dan peka terhadap sentuhan. Lama kelamaan, dapat terjadi perubahan bentuk yang berujung pada hilangnya fungsi lutut.

AR merupakan salah satu jenis penyakit autoimun kronik. Maksudnya, antibodi tubuh yang dibentuk berlebihan tidak menyerang benda asing yang masuk, tapi malah menyerang jaringan tubuh sendiri, yaitu jarinagn sendi di lutut kita. Sampai saat ini masih belum diketahui dengan pasti apa penyebab sebenarnya penyakit ini, tetapi diduga berkaitan dengan faktor genetik, hormonal, dan lingkungan.


Asam urat, tersendatnya metabolisme

Gangguan asam urat dalam istilah medis dikenal dengan arthritis gout. Merupakan masalah pada sistem metabolisme tubuh yang ditandai dengan penimbunan kristal asam urat pada persendian, seperti lutut, pergelangan tangan, kaki dan siku. Penimbunan dapat terjadi karena dua hal. Bisa karena penurunan kemampuan tubuh untuk membuang asam urat melalui urin. Atau, akibat konsumsi makanan kaya purin seperti emping, kacang-kacangan dan jeroan secara berlebihan.

Penyakit ini menimbulkan rasa nyeri yang hebat, linu, dan panas pada sendi yang terkena, terutama pagi hari. Biasanya tempat asam urat menumpuk ini tampak menonjol, bengkak, kemerahan, panas, dan lebih lunak daripada jaringan di sekitarnya. Bila benjolan tersebut dibuka, maka akan tampak kristal asam urat yang berwarna putih. Dan bila kita lihat di bawah mikroskop, maka akan terlihat seperti jarum.

Penderita asam urat dianjurkan untuk selalu mengontrol menunya. Sebaiknya menghindari makanan yang banyak mengandung purin, banyak minum air putih, selain untuk mencegah penjenuhan asam urat di dalam darah sekaligus merangsang penderita untuk sering buang air kecil.


Osteoporosis, si pencuri tulang

Osteoporosis sering ditemukan secara kebetulan. Misalnya, saat penderita mengalami cedera patah tulang, akibat terjatuh atau mengangkat beban yang terlalu berat. Karena itu, osteoporosis sering dijuluki silent killer disease. Osteoporosis merupakan masalah menurunnya kepadatan tulang. Akibatnya, tulang kehilangan daya dukung terhadap tubuh, sehingga penderita osteoporosis sering mengalami patah tulang. Insiden patah tulang sering terjadi pada bagian yang mendapat beban cukup berat, seperti pada tulang belakang, pergelangan tangan, pangkal paha, dan tentu saja lutut.

Sebelum terjadi patah tulang, penderita pada umumnya tidak merasakan gejala sakit atau nyeri apa pun. Diagnosis osteoporosis dapat dilakukan dokter dengan menggunakan densitometer, yaitu alat yang dapat membaca derajat kepadatan tulang secara akurat. Bila ditemukan osteoporosis pada lutut, maka penderita biasanya dinjurkan untuk segera memperbaiki pola makan dan gaya hidupnya, Konsumsi suplemen dan obat tertentu, juga makanan yang kaya kalisum dan vitamin D, seperti susu, keju, ikan, brokoli, dan kubis merupakan salah satu cara untuk menambah kepadatan tulang. Hindari merokok dan konsumsi kafein yang berlebihan, karena dapat menyebabkan pengeluaran kalsium melalui urin. Olahraga juga penting, asal bukan jenis olahraga yang membebani lutut.


Osgood Schlatter, nyeri lututnya ABG

Osgood-Schlatter merupakan penyakit lutut yang sering menyerang anak-anak dan remaja. Penyakit ini menimbulkan rasa sakit dan bengkak di antara lutut dan tulang kering. Pada umumnya, yang lebih sering terkena penyakit ini adalah anak laki-laki aktif yang berusia antara 10-15 tahun.

Penyakit ini sering terjadi pada saat anak sedang berlari, melompat, atau naik turun tangga. Atau bisa ketika anak sedang bermain basket atau sepakbola. Penyebabnya adalah adanya otot-otot tertentu yang menekan epifisis, yaitu daerah oada tulang yang dapat tumbuh. Penekanan pada area tersebut dapat menimbulkan iritasi dan pembengkakan yang disertai dengan rasa nyeri pada bagian depan kaki disekitar lutut.

Untuk memastikan bahwa nyeri lutut memang disebabkan oleh penyakit osgoog-schlatter dan bukan karena sebab lainnya, dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan foto rontgen di sekitar lutut. Menghentikan semua aktivitas yang membebani lutut, seperti berlari dan melompat, sangat disarankan selama proses penyembuhan langsung. Biasanya, dibutuhkan waktu beberapa minggu hingga satu tahun untuk pemulihan penyakit ini.


Robeknya Anterior Cruciate Ligament

Nyeri lutut yang dibarengi dengan suara berderik pada tempurung lutut, bisa jadi merupakan pertanda adanya kerobekan pada salah satu ligamen (sekumpulan otot) pada lutut, yaitu anterior cruciate ligament. Kerusakan pada ligamen ini, menyebabkan penderita kesulitan berlari, dan berjalan menuruni tangga.

Cara penanganan yang paling umum adalah dengan operasi mengganti ligament yang rusak. Setelah operasi masih ada kemungkinan kerusakan dapat terulang kembali jika penderita memaksakan diri untuk beraktivitas berat. Oleh karena itu diperlukan semacam latihan khusus untuk mengembalikan fungsi ligamen ke kondisi semula.


Chondromalacia, cedera tempurung lutut

Chondromalacia sering disebut sebagai runner's knee. Penyebabnya adalah iritasi yang terjadi di bawah permukaan tempurung lutut (patella). Biasanya ditemukan gelembung-gelembung berisi cairan di permukaan tulang rawan yang melindungi patella. Keadaan ini sering terjadi pada atlet-atlet muda dan sehat.

Untuk menangani penyakit ini, dokter akan memberikan program terapi fisik. Selama melakukan terapi fisik penderita dianjurkan untuk mengistirahatkan diri dari gerakan-gerakan yang dapat mengiritasi lutut, seperti berolahraga berat. Setelah dinyatakan sembuh, penderita tidak boleh langsung melakukan olahraga yang membebani lutut, tetapi harus dimulai dari latihan ringan, seperti berenang.


Bursitis, lutut pelayan

Di antara sendi lutut dan kulit, terdapat bursa atau kantung yang berisi cairan sinovial. Fungsi cairan ini untuk memudahkan pergerakan pada saat bergerak. Dalam keadaan normal, bursa hanya mengandung sedikit cairan. Kemudian jika terluka, bursa bisa meradang dan berisi banyak cairan. Bila disentuh, maka tempurung lutut akan terasa lunak. Keadaan inilah yang disebut bursitis, atau dikenal juga sebagai lutut pelayan. Nama ini berhubungan dengan gerakan yang sering dilakukan oleh pelayan saat mengepel, yaitu berlutut di permukaan lantai yang keras. Bursitis memang kerap terjadi jika bursa sering terkena gerakan-gerakan yang tidak lazim pada permukaan yang keras.

Bursitis yang dapat hilang setelah penderita beristirahat selama beberapa waktu. Selain itu, kompres dingin juga dapat membantu menghilangkan rasa sakit pada lutut.

Sumber: dr. jose Rizal Yurnalis, SpBO/Majalah Fit