Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Waspada Kanker Leher rahim - Siapa yang berisiko tinggi?

Siapa yang berisiko tinggi?

Kanker leher rahim umumnya berasal dari infeksi virus Papilloma humanis (human pappiloma humanis - HPV). Virus ini hidup pada cairan dan kondisi lembab, yang ditularkan melalui hubungan seksual. Sebenarnya, virus ini baru bisa mengubah sel normal, kalau dipengaruhi faktor lain. Misalnya, bila seorang wanita melakukan hubungan seks pada usia relatif muda, sekitar dibawah 20 tahun. Pada usia ini, sel-sel rahim masih berkembang, sehingga sangat sensitif terhadao infeksi virus atau bakteri.

Selain itu, wanita yang suka berganti pasangan seksual, juga berisiko terserang penyakit ini, karena mereka selalu menampung virus yang diperoleh dari sperma beberapa pria yang mungkin saja tidak sehat. Namun, wanita yang hanya melakukan hubungan seksual dengan suaminya saja, bukan tidak mungkin tertular pula, jika suaminya melakukan hubungan seksual minimal dengan satu wanita lain, kemungkinan sang istri juga cukup besar untuk terkena kanker leher rahim.

Faktor hormon wanita, khususnya mereka yang sering melahirkan, juga merupakan salah satu penyebab. Setiap masa kehamilan, wanita akan mengalami perubahan hormon. Hal ini mengakibatkan tubuh menjadi lebih rentan terhadap virus.

Wanita yang tidak memperhatikan kesehatan organ genitalnya juga mempunyai kemungkinan terkena kanker ini. Selain itu, infeksi di setiap bagian tubuh yang tidak segera diatasi atau terjadi berulang kali, juga merangsang terjadinya perubahan sel normal. Selain itu ada beberapa faktor pendukung lain yang menyebabkan timbulnya kanker leher rahim, yaitu:

  • Kontrasepsi oral. Menurut beberapa studi, kemungkinan terkena kanker semakin tinggi, sekitar 30% bila wanita minum pil KB untuk 4 tahun atau lebih, selama 8 tahun terakhir. Sekalipun demikian, para dokter tidak siap untuk menyarakan agar para wanita mengubah metode KBnya. Ini karena adanya pengaruh positif pil kontrasepsi terhadap angka kejadian kanker indung telur (ovarium). Ada argumen yang menduga, wanita yang minum pil KB merasa aman, sehingga kebebasan di dalam melakukan hubungan seksual pun lebih tinggi.
  • Perokok. Perokok aktif memiliki risiko 1,5-2 kali lipat untuk terserang kanker leher rahim dibanding perokok pasif.
  • Kekurangan vitamin. Meskipun diet yang kurang tepat belum bisa dikatakan memicu risiko terkena kanker leher rahim, penelitian terdahulu menunjukkan bahwa leher rahim berkembang secara cepat pada wanita yang dalam melakukan dietnya, kekurangan sejumlah vit A, C dan asam folat.