Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Mewaspadai Terjadinya Trombosis di Pembuluh Vena dan Arteri - Trombosis vena

Trombosis vena

Pada trombosis vena, tidak selalu dipicu adanya kerusakan endotel vena. Biasanya trombosis vena berasal dari keadaan statis di kantung katup vena akibat aliran darah vena yang tertahan, yang semakin lama dapat semakin membesar sehingga menutup lubang pembuluh vena tersebut.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti kelainan genetis yang menyebabkan ketidakseimbangan sistem hemostatis, obesitas atau kegemukan, varises vena, imobilisasi lebih dari lima hari terutama pasca pembedahan umum dan ortopedik, usia, stroke, kanker, kehamilan dan pemakaian kontrasepsi oral.

Manifestasi trombosis vena yang berbahaya adalah trombosis vena dalam atau Deep Vein Thrombosis (DVT) terutama di daerah tungkai bawah (antara lutut dan pergelangan kaki), di lutut dan tungkai atas (antara pinggul/pelvis dan lutut).

Gejala dan tanda DVT antara lain rasa nyeri, pembengkakan dan nyeri tekan pada daerah tungkai yang venanya terhambat, perubahan warna kulit menjadi kemerahan dan gelap serta perubahan suhu kulit menjadi lebih panas.

DVT sebenarnya tidak sampai mengancam jiwa, namun mengakibatkan perlunya perawatan yang cukup serius dengan biaya tinggi. Bila tidak segera diobati, dapat menimbulkan komplikasi yang serius seperti tekanan vena yang tinggi, nyeri kaki, borok kaki, dan gangguan pergerakan. Yang paling fatal adalah bila gumpalan darah di pembuluh vena tersangkut di paru-paru sehingga menyebabkan penyumbatan pembuluh paru atau emboli paru dengan gejala sesak nafas, nyeri dada yang tidak jelas lokasinya dan semakin jelas jika menarik napas dalam, batuk-batuk kering yang dapat berkembang menjadi batuk darah (hemoptisis) serta berkeringat. Dampak selanjutnya adalah aliran darah dari paru ke jantung terhenti sehingga bisa mengakibatkan kematian mendadak.