Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Diabetes Picu Glaukoma Neovaskuler - Katarak pun bisa menjadi glaukoma

Katarak pun bisa menjadi glaukoma

Kasus kebutaan di Indonesia tercatat sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara. Yakni, 1,47 persen dan jumlah penduduk, seperti di antaranya disebabkan katarak. Tapi, katarak stadium lanjut bisa memicu glaukoma fakogenik (dibangkitkan lensa).

Ada tiga tahap katarak.

  • Pertama, belum matang (immature). Saat ini, lensa banyak menyerap air, sehingga bengkak dan keruh. Kondisi tersebut bisa menutup saluran air mata. Akibatnya TIO, tekanan pada bola mata meningkat.
  • Kedua, tahap matang (mature). Pada kondisi tersebut, kapsul lensa bocor ke luar dan membuntu saluran akuos. Dampaknya, TIO meningkatkan.
  • Terakhir, tahap kelewat matang (hipermature). Pada stadium itu, pengikat lensa (zonulazinn) menjadi rapuh. Akibatnya, posisi lesan tidak stabil. Pengikat lensa yang tidak stabil bisa menutup saluran penbuangan akuos, sehingga TIO naik.

Gejala awal kondisi tersebut biasanya berupa pandangan kabur pelan-pelan, mata merah, cekot-cekot, mual, muntah dan ketajaman penglihatan menurun. Tanda lain, kelopak mata bengkak dan menutup, konjungktiva (selaput bening mata) memerah, korneo bengkak, bagian mata depan bengkak, dan pupil lonjong. Akhirnya, lensa menjadi keruh dan TIO meningkat.

Untuk mengatasi glaukoma jenis itu, TIO harus secepatnya diturunkan. Pemasangan penguat dan pengambilan lensa pada lensa yang tidak stabil bisa mencegah kebutaan. Bisa juga dilakukan fakoemulsifikasi atau operasi katarak dengan laser.