Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Demam Tifoid Pada Anak - Pencegahan

Pencegahan

  • Penularan demam tifoid, dapat dihindarkan dengan menjaga kesehatan pribadi dan kesehatan lingkungan lewat kebiasaan sehari-hari. Misalnya saja, dengan mengurangi kebiasaan jajan. Oleh karena kuman salmonela typhi akan mati bila dipanaskan pada suhu 50 derajat celcius selama 15 menit, maka sebaiknya dibiasakan memasak air minum hingga mendidih selama 10-15 menit. Perlu diperhatikan, kuman ini dapat tahan selama beberapa minggu dalam es.
  • Kebiasaan-kebiasaan lain yang perlu diperhatikan, adalah mencuci bahan makanan yang akan dimasak dengan baik, membiasakan mencuci tangan sebelum masak, sebelum makan, atau sebelum menyuapi anak.
  • Yang perlu diwaspadai adalah tidak jarang orang dewasa yang mengidap salmonela di dalam tinjanya, ternyata tidak menderita sakit. Orang seperti ini dapat menjadi sumber penularan. Oleh karena itu, usaha menjaga kesehatan lingkungan amat perlu diperhatikan. Misalnya saja, dengan membakar sampah dapur sehingga tidak dihinggapi lalat, membuat jamban keluarga, atau membuat sumur tidak terlalu dekat dengan jamban, akan menurangi kemungkinan penularan dan penyebaran penyakit ini.
  • Bila di rumah Anda terdapat penderita yang diduga sakit demam tifoid, selain berbagai cara perawatan seperti tersebut di atas, perlu pula diperhatikan cara pembuangan tinja penderita. Tinja harus dibuang pada tempatnya, untuk menghindari penularan kepada anggota keluarga yang lain.
  • Pencegahan dengan suntikan imunisasi tipa (imunisasi untuk mencegah penyakit tifus dan para tifus) yang masih banyak dipakai saat ini, dapat memberikan kekebalan secara aktif selama kira-kira 3 bulan.
  • Akhir-akhir ini sedang dikembangkan imunisasi dengan cara oral (diminum) khusus untuk mencegah penyakit demam tifoid, namun sampai saat ini belum dipasarkan. Imunisasi cara oral ini diharapkan akan lebih mudah diberikan pada anak.

Demikianlah sedikit pengulasan tentang demam tifoid pada anak. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Oleh: dr. Sri Rezeki Harun DSA