Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Demam Tifoid Pada Anak - Gejala Klinis demam tifoid

Gejala Klinis demam tifoid

Gejala klinis demam tifoid pada anak dapat bervariasi dari yang ringan hingga yang berat. Biasanya gejala pada orang dewasa akan lebih ringan dibanding pada anak-anak. Kuman yang masuk ke dalam tubuh anak, tidak segera menimbulkan gejala. Biasanya memerlukan masa tunas sekitar 7-14 hari. Masa tunas ini lebih cepat bila kuman tersebut masuk melalui makanan, dibanding melalui minuman.

Gejala-gejalanya:

  • Gejalanya diawali dengan perasaan tidak enak badan, lesu, nyeri kepala, pusing, tidak nafsu makan, kemudian akan menyusul demam.
  • Demam yang timbul biasanya akan lebih tinggi pada sore dan malam dibanding pada pagi atau siang hari. Sekalipun begitu, pada minggu kedua, demam akan terus menerus tinggi. Pada saat ini, lidah sering terlihat kotor dan mulut berbau serta bibir pecah-pecah.
  • Gejala yang lain adalah tidak dapat buang air besar. Namun, pada anak lebih sering disertai diare. Anak pun sering mengeluh nyeri pada perut, karena pembengkakan hati dan limpa.
  • Pada anak yang lebih besar, serangan ini sering menyebabkan menurunnya kesadaran, disertai mengigau. Bila tidak mendapat obat secepatnya, maka dapat timbul komplikasi seperti buang air besar berdarah.
  • Penyebaran infeksi ke dalam rongga perut atau pun kesadaran yang makin lama makin menurun sehingga dapat menimbulkan kematian.

Untuk memastikan diagnosa penyakit ini, maka bila seorang anak yang diduga menderita demam tifoid, dokter akan meminta pemeriksaan darah si anak. Hal ini dilakukan karena ada beberapa penyakit infeksi lain yang gejala klinisnya murip dengan demam tifoid, misalnya malaria, demam berdarah atau tuberkilosis.