Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Mendeteksi Kelainan Mata Pada Anak - Mendeteksi kelainan mata

Mendeteksi kelainan mata

Ada berbagai kelainan dan gangguan mata. Misalnya saja, mata malas, juling, kelainan refraksi (membiaskan cahaya), dan lain-lain. Umumnya kelainan refraksi yang terjadi pada usia muda diduga dari faktor bawaan. Karena itu bisa saja kedua orang tua tidak mengalami kelainan pada matanya. Agak sukar mendeteksi kelainan refraksi pada mata anak balita. Karena mereka sulit mengungkapkan keluhan, terutama pada mata mereka. Orang tua justru sering mengeluh karena anak-anak terlalu banyak nonton televisi.

Memang masyarakat masih pasif dalam memahami kesehatan mata. Sebelum kelainan atau gangguan tersebut benar-benar menghambat aktivitas anak, orang tua tidak tergerak untuk membawa anaknya ke ahli mata. Hal ini bisa saja terjadi karena orang tua tidak tahu bahwa anaknya mengalami kelainan mata. Beberapa patokan untuk mengetahui kelainan mata pada anak adalah:

  • Memperhatikan gerak bola mata. Di dalam ruang praktek dokter, pemeriksaan gerak bola mata bisa dilakukan dengan menggunakan kelereng berbagai ukuran. Sebenarnya orang tua juga dapat melakukan sendiri. Caranya dengan menggelindingkan bola di hadapan bayi. Perhatikan gerak bola mata bayi. Kalau mata bayi normal, kedua bola matanya akan bergerak mengikuti bola tersebut. Latihan ini bisa dilakukan untuk bayi usia di atas 6 bulan. Sejak bulan-bulan pertama, bayi sudah tertarik pada benda-benda bercahaya dan bergerak. Benda-benda ini bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi kelainan pada matanya.Begitu juga dengan benda-benda yang mengeluarkan bunyi, dapat membantu orang tua mengetahui apakah gerakan mata bayi normal, yaitu dapat mengikuti gerakan obyek.
  • Mencurigai kebiasaan baca yang buruk. Seorang anak yang mengalami kelainan refraksi pada matanya, akan memperlihatkan beberapa kebiasaan buruk. Kalau ia menderita myopi (melihat benda jauh kurang jelas), ia akan mendekatkan diri ke objek yang akan dilihatnya. Misalnya saja melihat televisi, membaca buku dan lain-lain. Kalau ia tetap tidak dapat melihat dengan baik walau sudah mendekatkan diri ke objek yang ingin dilihatnya, ia akan memicingkan matanya.
  • Kelainan astigmatisma atau kelainan bentuk kornea mata yang lebih dikenal dengan silindris bisa juga terjadi pada anak. Gejalanya seperi myopi, disertai dengan palingan kepala ke atas atau ke samping, atau ke bawah ketika melihat.
  • Hipermetropia atau kelainan mata yang mengakibatkan melihat dekat kurang jelas umumnya sukar diketahui keluhan jangka pendeknya. Baru ketika anak diminta untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat dekat, tampak bahwa mata anak mengalami gangguan. Keluhannya sering diikuti dengan mata berair, pusing, dan keluhan-keluhan mata yang tidak nyaman seperti gatal, dan mata merah. Kalau matanya diperiksa tidak tampak adanya kelainan. Tetapi setelah ditetsi obat khusus, barulah nampak jenis keluhannya.