Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Artikel Kesehatan

Mendeteksi Kelainan Mata Pada Anak

Mata terdiri dari organ-organ yang bisa dilalui dan membiaskan cahaya. Kemudian, melalui serabut-serabut saraf, bayangan sebuah benda akan terbentuk di dalam mata. Lalu otak mengubah rangsangan-rangsangan dari saraf tersebut menjadi kesan melihat. Jalur ini sebenarnya sudah siap pakai begitu bayi lahir. Tetapi karena sel-sel otak membutuhkan waktu dan latihan untuk berkembang, maka organ ini belum dapat mengartikan apa yang ditangkap oleh mata. Kesempatan anak untuk mengisi otaknya dengan berbagai pengalaman secara optimal, dapat dilakukan sampai ia berusia 5 tahun. Terutama pada 2 tahun pertama kehidupan anak, rangsangan pengertian berkembang dengan pesatnya. Pada saat inilah bantuan indera sangat diperlukan.

Banyak orang yang tidak menyadari kemampuan mata bayi sejak lahir. Padahal, pada minggu pertama setelah kelahirannya mata bayi akan otomatis berkedip kalau kita sentuh wajahnya. Kira-kira pada usia dua bulan, biasanya mata bayu juga akan bekedip kalau kita dekatkan tangan kita tanpa menyentuh wajahnya. Pada usia tiga bulan, kedua mata bayi seharusnya sudah dapat bekerja sama. Dan pada usia enam bulan, gerakan kedua belah matanya sudah stabil. Berdasarkan urutan perkembangan ini, orang tua bisa mengetahui sejak awal kalau terjadi kelainan mata pada bayinya.