Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Pada Budidaya Hidroponik, EC Tinggi dapat mempersingkat umur tanaman

Tanaman kangkung, dengan masa persemaian delapan hari, ditanam di instalasi hidroponik, dengan EC 2,8, dalam 14 hari bisa mencapai tinggi 50 cm, dan sudah layak panen, dan dapat dimasukkan ke dalam kantung plastik setinggi 50 cm, dengan ditekuk sedikit, untuk memungkinkan di-seal panas. Bila ditanam dengan EC 1,5, baru layak panen pada umur > 30 hari.
Ketika penulis berhidroponik di suburb kota Santa Cruz, propinsi Laguna, Filipina, beberapa tahun yang lalu, di instalasi hidroponik, hanya dalam masa 12 hari bisa dicapai tinggi tanaman 65 cm. Pada waktu itu musim panas, temperatur udara tinggi sekali, dan rupa-rupanya kangkung mentolerir atau malah dikatakan menyukai lingkungan yang tinggi temperaturnya!

Untuk iklim Tangerang dan sekitarnya, termasuk daaran rendah, dengan elevasi sekitar 45 m dpl, panen kangkung, bayam, caysim, dengan masa tumbuh sekitar 14 hari, merupakan hal yang lumrah. EC yang digunakan ialah 2,5 dan sering ditingkatkan menjadi 2,8. Bila ditunggu lebih lama lagi, maka ia menjadi terlalu besar untuk kantung plastik berukuran tinggi 50 cm, dan terpaksa disingkirkan.
Bekangan ini, setelah beberapa sejawat terjun dalam produksi sayuran secara komersial, maka mereka juga menceriterakan pengalaman mereka, bahwa dengan EC yang sedang-sedang saja telah terjadi penyingkatan masa tumbuh yang lumayan. Diduga ceritera positif mengenai masa tumbuh hingga layak panen yang memendek lainnya, akan menyusul.
Pada florikultura, budidaya bunga potong, Chrysanthemum yang dipelihara dengan budidaya aeroponik, dengan menggunakan EC 3,0, umur tanaman hingga layak panen hanyalah delapan minggu, sedangkan dengan budidaya media tanah topsoil, campur cocopeat, pupuk kandang, bary layak panen pada umur 12 – 13 minggu setelah pindah tanam, dengan umur anak-semai, cuttings, 11 – 12 hari.
Penghematan empat minggu biaya listrik, karyawan, pupuk, bunga bank, dsbnya, bukanlah jumlah yang sedikit. Didapatkan pula bonus dalam bentuk peningkatan keserempakan berbunga, bentuk bunga yang biasanya berbentuk belah ketupat sekarang menjadi segitiga terjungkir, yang lebih cantik dan mempunyai nilai jual yang lebih tinggi.
Jangan menaikkan EC semena-mena, karena adanya nilai-ambang-keracunan, “phytotoxicity level”. Misalnya bayam, diduga n-a-k adalah sekitar EC 3,0. Jadi untuk amannya kita bekerja dengan maksimal EC 2,5. Andaikan ada peningkatan EC mendadak, maka meningkatnya menjadi sekitar 2,7, masih dalam zona aman. Mungkin saja ada yang nyeletuk, bahwa sebaiknya bekerja hanya dengan EC 2,0 saja, ngarah aman, tetapi volumenya diperbesar. Dilain fihak, jika menanam tomat, paprika, terong, cabai, pakailah EC
yang lebih tinggi, karena tanaman itu berkayu dan memiliki toleransi keracunan yang tinggi.

Sumber : Yos Sutiyoso - Pakar Hidroponik