Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Seri Belajar Tanaman Hidroponik : Sayuran Penampilan Besar Menarik, tetapi tiada rasa ketika dikonsumsi


Pernahkah anda mendapatkan tanaman hidroponik, sayur yang besar dan menarik perhatian kita, namun setelah dikonsumsi terasa hambar ? Pada tulisan kali ini  disajikan salah satu tulisan dari Pak Yos Sutiyoso - Pakar Pertanian Hidroponk mengapa sayur besar terasa hambar.

Memang, sayuran penampilanya besar, gagah, dan menarik, membangkitkan selera pada pembelanja untuk membelinya. Setelah dihidangkan di meja makan, barulah ketahuan bahwa rasanya jauh dibawah kesan penampilannya. Mengapa sayuran itu bisa begitu hambar?

Disadari bahwa untuk mencapai bobot panen yang tinggi, diperlukan dipacunya pertumbuhan vegetatif, dengan meningkatkan asupan nitrogen. Yang murah adalah yang dalam bentuk amonium. Maka ditingkatkanlah asupan Amonium sulfat, (NH4)2SO4, yang menghasilkan N-amonium sebesar 21 %. Atau digunakan Urea, CO(NH2)2, dengan N-NH4+ sebesar 46.6 %. 

Amonium adalah kation yang ringan. NH4+, yang berat kationnya 18 ( dengan berat atom N = 14, dan berat atom H = 1) adalah seringan air, H2O, yang juga 18 berat molekulnya. 

Karena ringannya, maka dengan rakus akan diserap sebanyak mungkin masuk melalui akar, diangkut melalui xylem apikalis, mengarah ke atas, dan memasuki sel dari jaringan di semua organ tumbuhan. Disadari bahwa setiap ion, kation “as well as” anion, selalu di-mantel-i air, maka dengan banyaknya air yang masuk dan terkumpulnya di kantung-kantung vakuola, maka terbentuklah sel-selraksasa, yang menyebabkan panampilan tanaman besar dan gagah, besar, tetapi sel hanya berisi air dan amonium tok, konsistensi sel encer, dan jangan mengeluh bila sayurannya hambar rasanya.