Tulisan dari opa Yos Sutiyoso berikut ini mungkin berguna bagi anda yang ingin meningkan dosis pada tanaman hidroponik. Simak artikelnya berikut ini :

    Ada yang menanam tanaman berbuah, seperti Tomat, dengan EC 2,5 terus menerus, tanpa meningkatkan EC tersebut! Bisakah ia berhasil? Bisa ! Contohnya? Simak cerita berikut.
    Digunakan sistem fertigasi, dengan menggunakan irigasi tetes, pada polybag berkapasitas 7 liter, dengan ukuran lebar terlipat X tinggi = 40 x 45 cm, diisi dengan “kuntan” = arang sekam, yang agak dipadatkan. Anak semai, yang ditanam di tengah sepotong kubus rockwool 5 X 5 X 5 cm , berdaun sejati 1 ½ helai, berumur 10 hari, dengan akarnya yang sudah panjang, ditanam ditengah polybag.



    Bayangkan, bila Anda mendapat telefon dari sebuah hotel ternama, yang memesan 100 titik Kailan ukuran besar, untuk pengiriman dalam waktu seminggu ke depan, karena adanya suatu “event” di hotel tersebut, yang memerlukan sekian banyak Kailan untuk masakan tertentu.

    Ketika petugas hotel melakukan survey di kebun Anda, nampak bahwa kalau cara perawatan tanaman dilakukan dengan cara biasa, order itu tidak akan dapat terpenuhi pada waktunya. Selain berpengaruh pada penghasilan, masalah ini juga akan mempengaruhi citra perusahaan hidroponik, yang ngakunya siap sedia sembarang waktu! Apa yang kita harus lakukan.


    Sahabat Azzam yang baik, saat nya kita sekarang membahas cara membuat tanaman hidroponik seledri. Menanam seledri hidroponik sama dengan menanam hidroponik sayuran lain. Tapi umumnya keluhan justru muncul disaat penyemaian. Padahal kalau kita tahu apa yang harus dilakukan, sebetulnya tidaklah terlalu sulit.


    Page 8 of 11

    © 2020 Mjokertocyber Media. All Rights Reserved.

    Please publish modules in offcanvas position.