Sobat Azzam, Timbul pertanyaan bagaimana cara menanam paprika dengan menggunakan sistem hidroponik, mungkinkah papripa hidroponik dilakukan di rumah tinggal karena kebanyakan pelaku bertanam hidroponik adalah masyarakat perkotaann yang ingin menanam sendiri paprika hidroponik di rumah mereka.

    Jawabannya bisa, Paprika merupakan keluarga tanaman cabe yang memiliki rasa yang pedas walaupun rasa pedas tersebut tidak seperti cabai pada umumnya. Karena itulah orang luar negeri lebih suka menggunakan paprika untuk meningkatkan rasa pedas dalam masakannya. Selain itu paprika sangat baik dan berkhasiat untuk kesehatan tubuh kita.

    Permintaan paprika yang sebakin tinggu merupakan prospek bagus dan sekaligus ebagai penyemangat untuk melakukan budidaya paprika, dan sistem hidroponik adalah salah satu alternatif media tanam yang dapat kita pilih untuk bisnis anda. Saat ini permintaan paprika di Indonesia cukup tinggi, hal ini disebabkan banyak orang indonesia sekarang ini yang menggunakan paprika untuk campuran masakannya. Dengan permintaan yang semakin meningkat, anda bisa menjadikan ini bisnis budidaya paprika hidroponik.



    Sudah kita ketahui bersama bahwa sangat banyak manfaat dan khasiat dari kacang panjang untuk pengobatan, baik untuk mengobati diabetes maupun untuk manfaat kesehatan lainnya. Pada tulisan kali ini, kami uraikan cara menanam kacang panjang dengan sistem hidroponik dan media tanah.

    Cara Semai Kacang Panjang

    1. Siapkan bibit atau benih kacang panjang yang siap tanam.
    2. Rendam benih pada air hangat dan biarkan untuk beberapa saat minimal 2 jam atau semalam.
    3. Siapkan media semai gunakan kertas tissue pada wadah dan basahi dengan air. Cara lain gunakan rockwool, lubangi rockwool dan masukkan bibit untuk semai.
    4. Letakkan bibit diatas tissue basah atau rockwool
    5. Tutup wadah semai dengan plastik atau direkomendasikan plastik berwarna gelap misalnya hitam.
    6. Tutup plastik rapat-rapat agar kelembaban udara di dalam wadah semai terjaga.
    7. Cek wadah untuk beberapa waktu misalnya sehari dan dua hari.
    8. Apabila bibit sudah mulai pecah dan keluar bakal daun pindah kan di media tanam misalnya sekam bakar, cocopeat, atau rockwool, ada bisa juga menggunakan sistem apung dengan streoform seperti foto di atas.
    9. Apabila sudah mulai berdaun empat, tumbuhan sudah mulai diberi nutrisi AB MIX yang encer misalnya 5:5:1 artinya larutan 5ml pupuk A dan 5 ml Pupuk B pda 1 liter air, lakukan sesuai dengan umur pertumbuhan. 
    10. Siap tanam menggunakan sistem fertigasi tetes.
    11. Pastikan tamanan berada di lokasi yang banyak mendapat cahaya matahari.

    Pada tahap ini, kita dianjurkan untuk memelihara tanaman dengan penuh kesabaran dan akhirnya sampai pada keadaan siap panen. Selamat berkebun.


    Sobat Azzam yang baik, tentunya kita sudah banyak mengenal sistem hidroponik dan kali ini kita akan membahas sistem hidroponik Ebb and Flow System atau disebut juga Flood and Drain System atau Sistem Pasang Surut.

    Sistem hidroponik pasang surut ini memiliki pola kerja yang cukup unik, mengapa demikian? karena dalam sistem hidroponik jenis ebb and flow, tanaman mendapatkan air, oksigen, dan nutrisi melalui pemompaan dari tandon nutrisi yang dipompakan ke media yang nantinya akan dapat membasahi akar (pasang) sampai pada ketinggian tertentu dan untuk beberapa saat air bersama dengan nutrisi turun kembali menuju bak penampungan (surut) begitu seterusnya. Waktu pasang dan surut dapat diatur waktunya dengan menggunakan timer sesuai kebutuhan tanaman sehingga tanaman tidak akan tergenang atau kekurangan air.


    Page 5 of 11

    © 2020 Mjokertocyber Media. All Rights Reserved.

    Please publish modules in offcanvas position.